Posted by: mahadarma | May 2, 2017

Kenali Indonesia Dengan Data, Infrastruktur: Sektor Prioritas Pembangunan Era Jokowi

Pemerintah Indonesia dibawah rezim Joko Widodo (Jokowi) getol menggalakkan pembangunan infrastruktur. Berbeda dibandingkan pembangunan era pemerintahan sebelumnya yang menitikberatkan pada sektor konsumsi, Jokowi menginisiasi pembangunan sejumlah infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional. Hal ini tidak lepas dari perkembangan ekonomi global yang menuntut setiap entitas memiliki daya saing.

pembangunan-infrastruktur.jpg


Fungsi dan Peran Infrastruktur Dalam Pembangunan

Sangat penting memahami alasan pembangunan ekonomi berbasis infrastruktur yang dicanangkan pemerintahan Jokowi. Hal itu dapat dilakukan melalui pemahaman konseptual, data statistik dan infografis.

Peran infrastruktur dalam pembangunan telah disebutkan oleh beberapa ekonom ternama sebagai kunci untuk produktivitas dan pertumbuhan. Pembangunan infrastruktur dikatakan dapat menyerap tenaga kerja, menciptakan simpul-simpul ekonomi baru, mengurangi ongkos dan transaksi, dan menciptakan efisiensi.

Studi yang dilakukan oleh Tatyana Palei berjudul Assessing the Impact of Infrastructure on Economic Growth and Global Competitiveness, menunjukkan bahwa melalui manajemen infrastruktur yang efektif, maka dapat memperbaiki kebijakan industri dan meningkatkan daya saing nasional. Daya saing nasional itu sendiri dipengaruhi oleh tingkat pengembangan kelembagaan dan tujuh faktor lainnya termasuk infrastruktur. Sedangkan infrastruktur dipengaruhi oleh kualitas jalan, infrastruktur rel kereta api, transportasi udara dan suplai listrik.

Hal ini pula yang sedang diupayakan oleh pemerintahan Jokowi, yaitu membangun infrastruktur yang dapat mendorong produktivitas masyarakat sehingga dapat mengubah Indonesia menjadi negara produktif sekaligus meningkatkan daya saing negara. Pemerintah akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.(1)

Ketertinggalan Infrastruktur Indonesia

Indonesia mengalami ketertinggalan pembangunan infrastruktur terhadap negara lain. Bahkan, ketua umum Masyarakat Transportasi Indonesia menyatakan infrastruktur Indonesia sudah 20 tahun lebih mengalami backlog.(2)

Data dari World Bank dan WEF, menunjukkan Indonesia mengalami ketertinggalan infrastruktur dibandingkan negara-negara lain di kawasan. Hal ini tentu dapat berdampak pada kebijakan industri nasional, perdagangan, sistem logistik nasional, pariwisata dan berujung pada stagnansi pertumbuhan ekonomi nasional.

Grafik 1. Nilai Infrastruktur ASEAN

Nilai Infrastruktur ASEAN

Sumber: Diolah dari World Economic Forum, Global Competitiveness Report.

Hal ini dapat dilihat pula pada daya saing nasional Indonesia yang masih dibawah Singapura, Malaysia maupun Thailand.

Grafik 2. Indeks Daya Saing Negara ASEANIndeks Daya Saing Negara ASEAN

Sumber: Diolah dari World Economic Forum, Global Competitiveness Report.

Dari indikator-indikator penyusun indeks logistik, indikator infrastruktur Indonesia menunjukkan kinerja yang rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Proyek-proyek Infrastruktur era Jokowi

Berkaca pada data realitas tersebut, maka Jokowi mencanangkan pembangunan infrastruktur dalam Program Nawa Cita. Disebutkan dalam poin keenam, mengamanatkan perlunya peningkatan daya saing dalam arti yang luas.(3)

Grafik 3. Janji Jokowi

Janji Jokowi

Sumber: Katadata, Inilah Janji-janji Jokowi.

Pemerintahan Jokowi telah menetapkan proyek infrastruktur strategis dan prioritas disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia baik saat ini dan masa mendatang, untuk menciptakan koneksi dan integrasi, meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kelancaran kegiatan sosial-ekonomi.

Infrastruktur yang terkoneksi dan terintegrasi dapat memastikan kelancaran pergerakan manusia dan barang. Hal ini berdampak langsung bagi efisiensi, peningkatan daya saing dan kelancaran kegiatan sosial-ekonomi.

Grafik 4. Infrastruktur Prioritas Jokowi

infrastruktur prioritas

Sumber: Katadata, Empat Infrastruktur Prioritas Jokowi – JK.

Proyek Infrastruktur dan Kebutuhan Pendanaan

Namun demikian, membangun infrastruktur bukanlah hal mudah. Walaupun dalam beberapa ajang debat kampanye Pilpres 2014, Jokowi berulangkali menekankan kalau duit (anggaran) ada. Kenyataannya, pendanaan infrastruktur diluar kemampuan ekonomi negara yang serba terbatas, meskipun statistik Indonesia menunjukkan tiap tahun alokasi anggaran mengalami peningkatan. Bahkan, dari 225 proyek infrastruktur prioritas, baru separuh yang mendapatkan investor untuk pembiayaan.(4)

Grafik 5. Anggaran Infrastruktur 2009 – 2017 Anggaran Infrastruktur

Sumber: Katadata, Anggaran Infrastruktur 2009 – 2017 Terus Meningkat.

Sementara itu, kebutuhan anggaran pembangunan infrastruktur mencapai Rp 4800 trilyun. Sehingga, dalam membangun infrastruktur tersebut pemerintah harus dapat menarik investor agar mau menanamkan modalnya untuk pembangunan infrastruktur dengan cara menciptakan efisiensi perijinan berinvestasi di Indonesia.(5)

Grafik 6. Kebutuhan Anggaran Infrastruktur

Kebutuhan Anggaran Infras

sumber: Katadata, Bangun Infrastruktur Jokowi Butuh 4800 Triliun.

Kebutuhan dana tersebut sejatinya akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur sebagai berikut.

Grafik 7. Proyek Infrastruktur Jokowi

2016_10_22-08_10_55_5361aba31d06dac1327121498764c62c

Sumber: Katadata, 101 Proyek Jokowi untuk Perlancar Konektivitas.

Selain pendanaan dari APBN, Pemerintahan Jokowi juga mengandalkan program “Pengampunan Pajak” (Tax Amnesty) untuk pembiayaan infrastruktur. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyatakan dana dari program pengampunan pajak akan digunakan untuk mendorong dan membangun ekonomi Indonesia agar semakin maju dan mandiri, terutama untuk membangun infrastruktur, sekolah, rumah sakit, membantu usaha kecil, dan mengentaskan kemiskinan di desa, kota dan wilayah perbatasan Indonesia.

Grafik 8. Penerimaan Negara dari Program Amnesti Pajak

Penerimaan Negara Dari Tax Amnesty

Sumber: Katadata, Berapa Penerimaan Negara dari Program Amnesti Pajak.

Capaian Infrastruktur

Berdasarkan survei Arcadis, dan divisualisasikan oleh Katadata, disebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan kontribusi infrastruktur terhadap PDB terbesar di dunia.

Grafik 9. Negara dengan Kontribusi Infrastruktur Terhadap PDB Terbesar

negara-dg-kontribusi-infras.png

Sumber: Katadata, Kontribusi Infrastruktur PDB Indonesia Termasuk Tertinggi Dunia.

Dalam jangka panjang, disebutkan apabila 11 bendungan yang dibangun telah berfungsi, maka dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga 30 persen.(6) Artinya, suksesnya pembangunan infrastruktur saat ini, akan menentukan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.

Akan tetapi, capaian pembangunan infrastruktur ternyata masih mengalami banyak kendala. Menurut pengamat infrastruktur Institut Teknologi Bandung Harun Al Rasyid Lubis, sampai dengan 2,5 tahun masa kepemimpinan Presiden Jokowi, realisasinya belum sampai separuh dari target.(7)

Kendala dalam proyek infrastruktur disebutkan antara lain: masalah pembebasan lahan (44%); perencanaan dan penyiapan yang kurang memadai dan berlarut-larut (25%); keterbatasan pendanaan (17%); dan masalah perizinan (12%).(8)

Grafik 10. Capaian Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan Infras Sampai Mana.jpg

Sumber: Katadata, Pembangunan Infrastruktur Sampai Dimana.

Capaian pembangunan infrastruktur antara lain sebagai berikut:

  • Cetak Sawah (8 %)
  • Jalan tol (September 2016, 26,8 %)
  • Sektor irigasi (60,7 %)
  • Bendungan (36,9 %)
  • Bandara (33,3 %)
  • Kereta (14,97 %)
  • Pelabuhan (18,3 %),
  • Ketenagalistrikan (September 2016, 0,56 %)

Utang Luar Negeri

Selain masalah capaian pembangunan infrastruktur, isu lain yang layak menjadi perhatian adalah masalah utang luar negeriterkait pendanaan infrastruktur. Data Bank Indonesia menunjukkan peningkatan utang luar negeri pemerintah Indonesia.

Peningkatan tersebut didominasi oleh utang swasta, dan diikuti oleh utang pemerintah.

Grafik 11. Utang Luar Negeri Indonesia

 Utang Luar Negeri Indonesia

Sumber: Bank Indonesia, Statistik Utang Luar Negeri Indonesia, April 2017.

Walaupun dinyatakan sehat, namun pihak Bank Indonesia tetap mewaspadai risiko utang luar negeri terhadap perekonomian nasional, khususnya di sektor swasta, supaya optimal mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang berpotensi memengaruhi stabilitas makroekonomi.(9)

Kesimpulan

Infrastruktur memainkan peranan penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya pemerintahan Jokowi untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur Indonesia, terutama dibandingkan negara kawasan, patut diapresiasi karena hal ini akan meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan pekerjaan, pusat ekonomi baru, serta meningkatkan daya saing nasional.

Hal ini harus dipahami tiap warga negara, agar kebijakan yang dikeluarkan pemerintah mendapatkan dukungan, dan masyarakat turut serta dalam menyukseskan pembangunan nasional. Apalagi, isu masalah pembebasan lahan mencapai 44 %.

Kemampuan keuangan negara yang terbatas memaksa pemerintah harus mencari jalan keluar melalui investasi maupun utang luar negeri untuk mencukupi pendanaan pembangunan infrastruktur. Namun hal ini juga patut dicermati agar tidak menjadi beban perekonomian, dan generasi mendatang.

Dengan sisa 2 tahun pemerintahan Jokowi, maka proyek infrastruktur harus dikebut untuk mengejar sisa target yang telah dicanangkan pemerintah, terutama proyek mencetak sawah dan ketenagalistrikan.

Referensi:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: