Posted by: mahadarma | July 21, 2016

Pokemon Go, Keamanan Negara dan Technoparanoia

 

Cukup jelas game terbaru Pokemon Go telah mewabah dan menjadi pro-kontra di negara ini. Sayangnya, bahasannya jauh dari informatif, mencerdaskan, dan cenderung kontraproduktif. Alih-alih memberikan analisis dan kajian yang komprehensif berdasarkan data dan fakta, sebagian besar masyarakat menelan mentah-mentah hoax, ketakutan yang berlebihan, dan mengambil kebijakan berbasis asumsi.

PhotoGrid_1469062650262

Tentang Pokemon & Pokemon Go

Apa itu Pokemon Go? Silahkan dibaca disini. Fyi bagi yang belum pernah liat film kartun Pokemon, saat ini sedang diputar di salah satu tv swasta, dan Anda juga bisa baca sejarah game dan filmnya. Sementara ulasan tentang perusahaan pembuatnya, Niantic, baca aja disini. Kisah mengenai pencetusnya, John Hanke, baca aja disini.

Jika Anda termasuk orang yang sering menerima informasi atau broadcast mengenai arti kata Pokemon adalah Aku Yahudi. Anda beruntung, karena punya kesempatan menyuruh orang lain untuk membaca arti Pokemon dan tokoh-tokohnya disini. Jika masih keras kepala tidak mau membaca, bacakan saja, masih ngeyel ya udah sholatin. Kelar.😀

PhotoGrid_1469062729663

Pokemon Go merupakan game berbasis Augmented Reality (AR). Cara memainkan Pokemon Go cukup mudah, begini dan begini. Namun sebenarnya bukan Pokemon Go saja game berbasis AR lho, banyak lainnya, silahkan klik ini. Jadi, kalau ada yang berasumsi bahwa Pokemon Go mengancam keamanan negara, ya asumsi yang sama seharusnya disematkan ke game yang lain dong. Lalu, hubungan antara game AR dan keamanan nasional? Ya hubungannya seperti ini.

 

Keamanan Negara

Beberapa tulisan membahas aplikasi Pokemon Go memiliki celah terhadap privasi alias keamanan data pribadi penggunanya, seperti tulisan ini atau ini dan ini. Bagaimana dengan keamanan negara? Apakah Pokemon Go mengancam keamanan negara? Monggo klik yang ini, dan ini.

PhotoGrid_1469062868316.jpg

Seorang analis keamanan di AS yaitu Adam Reeve yang menyatakan Pokemon Go bisa menjadi celah ancaman. Dia menulis hal tersebut disini . Namun setelah itu merevisi pernyataannya disini. Yang menarik, ada beberapa orang yang telah melakukan reverse engineering aplikasi Pokemon Go, dan menurut Kang Lantip, disitu tidak disebutkan adanya data dari kamera yang dikirim ke server.

Screenshot_2016-07-19-07-46-20_com.facebook.katana_1468889966416

Terus piye? Ya belum ada jawaban pasti selama belum ada yang menelaah secara komprehensif. Sementara surat larangan yang beredar dari pemerintah saat ini, saya asumsikan sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan kecerobohan perilaku pengguna, seperti mengganggu pekerjaan, belajar, dsb. Kalau intelijen asing… emm..kayanya kejauhan deh. Menurut mas Ridlwan, permainan berbasis aplikasi yang dimainkan secara online menggunakan ponsel ini tidak membahayakan keamanan negara, lengkapnya baca disini yo.

“..BIN memiliki tugas yang lebih penting untuk diselesaikan seperti soal penyanderaan anak buah kapal oleh kelompok Abu Sayyaf, jaringan vaksin palsu, carut-marut impor daging dan lain sebagainya. Sayang kalau energi staf BIN yang digaji dengan APBN harus mengurusi Pokemon Go”

PhotoGrid_1469063241066

Kaitannya dengan intelijen asing, baca aja:

Then there’s the matter of the app’s developer’s origins, which are a conspiracy theorist’s all-you-can-eat buffet. 

Niantic’s founder, John Hanke, created the startup that became Google Maps and Google Earth. Now he’s cast as the man behind the curtain, using unwitting gamers to spy on each other for the CIA — or so the nether regions of the ‘net would have you believe.

 Here’s what Hanke said that set off musings about Pokémon Go being part of a more sinister plot (he was describing how Pokémon Go and it’s predecessor, Ingress, work): “By exploiting the capabilities of smartphones and location technology and through building a unique massively scalable server and global location dataset, we have helped users all around the world have fun, socialize, and get more fit as they play and explore.”

 As if the words “global location dataset” and “massively scalable server” didn’t sound ominous enough, there’s Hanke’s prior business dealings. Hanke’s mapping startup, called Keyhole, was funded by In-Q-Tel, a techie incubator which “identifies, adapts, and delivers innovative technology solutions to support the missions of the Central Intelligence Agency and broader U.S. Intelligence Community,” according to its website.

 Such realizations spawned this Gawker headline “Pokémon Go is a Government Surveillance Psyop Conspiracy.” A Reddit thread titled “Pokémon GO could be a photo-based intelligence gathering operation,” emerged the day after Pokémon Go was released.

All of that aside, Kathleen Stansberry, a Cleveland State University assistant professor with expertise in social media and strategic communications, told PolitiFact Ohio that it’s easy to see the utilities the technology could provide to police.

“Google has a history of cooperating with law enforcement,” Stansberry said, “and I would imagine Pokémon Go would as well.”

…ooo gitu toh, pantesan kok dirujuk sama media yang itu tuh..ya..ya..ya.

PhotoGrid_1469063375093

Anyway, ga cuma Indonesia kok yang parno dengan Pokemon Go, ada Mesir, China.. negara yang juga sama parnonya dengan Sosmed sampai blokir-blokir gitu deh. Eh tapi Indonesia ga sampai blokir kok.

PhotoGrid_1469063404721

Sejujurnya, bagi saya yang bukan pakar IT, dan hanya pengguna perangkat teknologi biasa dan gemar googling, tidak ada yang lebih mengkhawatirkan dari Pokemon Go selain keamanan penggunanya baik data dan perilaku. Tetapi, urusan perilaku pengguna yang berpotensi menerobos instalasi strategis dan rahasia kan sudah ada mekanisme dan prosedur penanganannya. Sedangkan mengenai keamanan data pribadi, juga sudah diperbaiki oleh pengembangnya.

Jika mau khawatir mungkin lebih baik itu ditujukan ke teknologi GPS yang selama ini digunakan secara luas, namun ternyata terhubung ke satelit Dephan AS, walau selama ini terbukti aman. Sama juga kekhawatiran penggunaan Google Maps, Google Street View, Waze, Facebook, Foursquare, dan aplikasi berbasis (atau yang memungkinkan) geotagging lainnya. Bisa dibaca disini, ini, ini, dan ini.

PhotoGrid_1469063461283

Is GPS under U.S. military control?

Though acquired and operated by the Department of Defense, GPS is a multi-use system owned by the United States Government and paid for by the U.S. taxpayer. The outstanding performance of GPS over decades has earned the confidence of millions of civil and military users worldwide. The management structure and modernization efforts directed by U.S. policy continue this support for multi-user applications. Any misperceptions will be overcome as they have in the past, by a demonstrated record of service and performance to all users.

Has the United States ever turned off GPS for military purposes?

 No. Since it was declared operational in 1995, the Global Positioning System has never been deactivated, despite U.S. involvement in wars, anti-terrorism, and other military activities.

Millions of users around the world have been monitoring and recording real-time GPS performance on a continuous basis since its inception. If the civilian GPS service had ever been interrupted by its operators, the evidence would be obvious and widespread. No such evidence exists.

Sumber:  http://www.gps.gov/support/faq/#controlled

Saya juga sependapat dengan Pak Budi Rahardjo, yang menjelaskan di blog beliau:

Beberapa hal yang menjadi alasan keamanan aplikasi ini, antara lain:

  1. Aplikasi menggunakan GPS untuk mengetahui lokasi (koordinat) pengguna. Lokasi ini dikirimkan ke server untuk digunakan sebagai bagian dari permainannya. Dikhawatirkan pihak pengelola server menggunakan data ini untuk hal-hal yang tidak semestinya (surveillance, misalnya).
  2. Aplikasi mengunakan kamera untuk mengambil gambar (foto, video) tentang lokasi sebagai bagian dari permainan. Dikhawatirkan data ini (foto, video) dikirimkan ke pengelola untuk hal-hal yang negatif juga. Bagaimana jika lokasi kita merupakan tempat yang sangat sensitif (rahasia)?

Apakah aplikasi Pokemon Go ini aman atau berbahaya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut harus dilakukan penelitian yang lebih mendalam, tetapi saya dapat mengajukan analogi seperti ini. Aplikasi Pokemon Go memang menambahkan celah keamanan (security hole), tetapi saat ini pun Anda sudah memiliki security hole yang lebih besar. Jadi kalau Anda mempermasalahkan keamanan dari celah lubang udara, sementara pintu rumah Anda sendiri sudah terbuka lebar, ya kurang tepat. You already have bigger problems.

Apa saja “masalah-masalah” yang sudah ada tersebut? Ada banyak, contohnya:

  1. Ada banyak aplikasi lain yang menggunakan GPS. Di Indonesia ada aplikasi Waze, Google Maps, Nike+, Swarm, Instagram, Twitter, Facebook, Go-Jek, dan seterusnya. Jika penggunaan GPS dipermasalahkan, maka aplikasi-aplikasi tersebut sama statusnya. Bahkan mereka lebih “mengerikan” dalam hal memberikan data ke penyedia jasa aplikasi tersebut.
  2. Ada banyak aplikasi yang menggunakan kamera; instagram, facebook, path, dan seterusnya. Orang Indonesia terkenal dengan potret-memotret dengan handphone, selfie. Beberapa aplikasi tersebut juga sudah menggabungkan informasi dari GPS untuk menandai lokasi dimana foto diambil. Ini juga sama statusnya dengan aplikasi Pokemon Go.
  3. Anda menggunakan layanan publik seperti Gmail, Yahoo!, dan seterusnya. Maka ini juga dapat dianggap sebagai “masalah”. Mereka malah menyimpan data email Anda. Jika Anda (dan bahkan instansi Anda) menggunakan layanan email-email ini, malah ini justru lebih berbahaya daripada aplikasi Pokemon Go. (Perhatikan bahwa ada banyak instansi pemerintahan yang menggunakan layanan ini!)
  4. Ketika memasang aplikasi Pokemon Go, aplikasi diperkenankan mengakses akun Google (Gmail) Anda secara penuh. Ya ini tergantung kepercayaan Anda kepada pengelola aplikasi Pokemon Go.  Lagi pula, dari mana Anda tahu bahwa aplikasi tersebut tidak tersusupi oleh virus / malware? Kan Anda belum mendapatkan itu secara resmi. Nah lho.

Nah tulisan ini membuka tabir lain, bahwa sebenarnya ga perlu data GPS untuk melacak posisi seseorang. Tambah mumet ora kowe son…? Mau dilarang semuanya ?😀

PhotoGrid_1469103960252_1469104017913

Screenshot_2016-08-06-22-39-01_com.adobe.reader

Anehnya dan yang membuat lucu, ketika para tentara ini menaruh curiga terhadap Pokemon Go, karena konon katanya berpotensi memetakan lokasi bangunan yang katanya  juga strategis, ternyata dapat dengan mudah kita jumpai di berbagai aplikasi, kaya Facebook, dan Google Street View, beserta orang yang tag/check-in. Apa pimpinan mereka nggak curiga? atau menaruh kekhawatiran yang sama? Piye jal..?

PhotoGrid_1469063565157

PhotoGrid_1469063587744

Teknoparanoia

Maka dari itu, membaca sejumlah larangan dari para pejabat, akademisi (dosen, profesor, whatever..!), dan lainnya, saya hanya tersenyum kecut. Mbok ya dianalisis dan dikaji dulu, sehingga pengambilan keputusan dan kebijakan itu berbasis data dan fakta, bukan hoax.

Tapi biasalah ya orang Indonesia yang anti-kritik dan merasa paling benar sendiri -mbok aku dewe yo ngono kok-, dikasih tahu bahwa informasi A, B adalah hoax, eh malah dapat jawaban, ya diambil hikmahnya saja, ya buat waspada, bla…bla.. Eh bapak ibu ini pejabat publik lho. Hadeh….

Tapi ndak usah heran dengan gagal pahamnya mereka yang selaras dengan kegagapan mereka terhadap teknologi. Lha wong udah tua kok suruh memahami Pokemon Go, pake HP Android aja lho udah keringet dingin le nunyuk nunyuk layar, ngetik di komputer pake “11 jari” itupun udah basah kuyup. Kondisi tersebut konon disebut dengan Technostress, yaitu sebuah dampak psikiologis negatif akibat munculnya teknologi baru.

Itu baru teknologinya lho, belum netiket-nya. Dan belum tentu juga mereka yang mengambil keputusan itu memainkan sendiri, paling cuma dengar kanan kiri, terus tanda tangan SPRINT (singkatan seng pokoke ngonolah). Maklumi saja ya, Indonesia gitu loh.

Lalu, stres karena teknologi baru ini terkadang membuat seseorang juga menjadi parno dengan teknologi. Ketakutan tersebut istilah kerennya Technoparanoia, yang diterjemahkan sebagai ketakutan tidak beralasan terhadap teknologi modern. Antara generasi tua dan muda memang ada kesenjangan, baik usia, habit, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru. Ga usah kaget. Apa cuma Pokemon Go? Nggak tuh, diawal-awal kemunculan media sosial, dsb juga pada ketakutan. Apalagi setelah itu marak revolusi warna di Eropa dan Timur Tengah.

Gagap teknologi dan ketakutan tersebut mungkin saja karena para penggemar game dan teknologi saat ini didominasi para generasi Y, Z, dan Alpha, sementara mereka para pejabat itu udah tuwir dikategorikan sebagai baby boomers dan generasi X. Sudah nggak kekinian.

PhotoGrid_1469063682515

Masalah lain, yaitu mengenai mencerna, memilah, dan membagikan informasi yang benar dan berkualitas bisa saja terkait level pendidikan, dan technology/ICT literacy. Jujur sajalah, kita ini bermasalah dengan budaya membaca, pun menulis. Wajar saja jika ICT Development Index Indonesia berada di peringkat 108 dari 167 negara (data IDI 2015), dimana ICT skills indicators kita berada di peringkat 96 dari 167 negara, dan di Network Readiness Index, indikator skill kita pada peringkat 63 dari 143 negara.

 

PhotoGrid_1469064598940

 

Sebagai penutup, saya tidak ingin berpolemik lebih jauh, hanya menegaskan untuk membiasakan diri membaca, dan mencari tahu lebih jauh sebelum memberikan pernyataan dan mengambil keputusan. Ben ra diguyu ambek putu-putumu.

Lha nek tulisan iki salah? Luweh.. Makane googling broo…😀

Sebelum ada rilis kajian terkait keamanan aplikasi dan kaitannya dengan keamanan nasional, bukan keamanan data pribadi, saya sependapat dengan Pak JK, isu Pokemon Go hanya ketakutan berlebihan. Mengutip Adam Reeve, maka saya akan katakan “Now everyone go catch some Pokemon..!”

Semoga tulisan panjang dan membosankan ini membuat anda tidak tercerahkan, dengan demikian memiliki sedikit inisiatif untuk googling dan membaca.

Ps:

Jangan lupa diri, belajar, kerja, makan, minum, mandi, sekolah.

Selalu waspada dan perhatikan lingkungan tempatmu bermain. Selain menghindari ditangkap Provost, juga kesehatanmu lho bro.

===============

Update terbaru. Pernyataan ini sungguh kocak. Dari partai apa sih?😀😀

Screenshot_2016-08-12-21-05-45_com.android.chrome


Responses

  1. oh intinya ga bahaya yaaa,,, negara aman 100% ^_^

    • Intinya sih, pemerintah bikin riset atau kajian dulu, buktikan dengan data bahwa Pokemon Go itu mengancam keamanan negara, tanpa adanya kajian, ya apa yang bisa dipercaya.

      Kalau saya pribadi tidak menganggap itu sebagai ancaman berarti, masih banyak celah lain yang lebih berpotensi.

  2. yuhuuu bener banget tuh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: