Posted by: mahadarma | July 21, 2014

Sesatkah Hitung Cepat?

Quick Count

 

Cukup lama saya tidak menuangkan pemikiran saya di blog ini. Gara-gara copras-capres, akhirnya tergelitik juga untuk menulis kembali. Hitung-hitung ikut ngeramein doang. Oke, ide tulisan ini dari perdebatan mengenai validitas perhitungan cepat versi SMRC pada tanggal 9 Juli lalu. Banyak yang mempertanyakan angka/persentasenya, banyak yang meragukan metodologi, bahkan kredibilitas lembaga survei.

Semua berlomba menjadi yang paling akurat. Namun, konon katanya, Ilmuwan boleh salah, tapi tidak boleh bohong. Sementara, kebalikannya dengan politikus, boleh bohong tapi tidak boleh salah. Hehehe..

Dua catatan terkait hitung cepat beberapa lembaga survei pada Pilpres 9 Juli 2014 menyebabkan berbagai pihak mempertanyakan validitas, reliabilitas, netralitas, dan independensi lembaga survei. Ada beberapa lembaga yang memenangkan pasangan nomer 1, dan beberapa yang lain memenangkan pasangan nomer 2. Agak aneh bukan ketika hasilnya kontradiktif. Publik langsung mengendus ada yang tidak beres dengan lembaga-lembaga ini. Aroma politisasi, manipulasi semakin kencang.

Salah satu lembaga survei yang memenangkan para capres kemudian turut diragukan adalah SMRC. Apalagi, Saiful Mujani ditengarai mendukung Jokowi. Namun dalam kacamata saya -meskipun saya tidak berkacamata- validitas SMRC masih bisa diandalkan, hal ini menyangkut nama baik dan kredibilitas lembaga tentunya.

 

Apa sih masalahnya?

Ini salah satu yang menjadi permasalahan,

SMRC

Dalam catatan Tras Rustamaji yang menekankan pada pemilihan dan pengambilan sampel, ia menyatakan:

[…] pada jam 13:19 posisi suara sekarang adalah 47.3% : 52.7% untuk keunggulan Jokowi dengan jumlah suara masuk 17.65% dari sebelumnya 13.78%. Hal tersebut berarti dalam waktu 14 menit tersebut ada tambahan data 3.87% atau sekitar 154 TPS. Dengan penambahan suara tersebut suara prabowo turun sebesar 5.64% sedangkan suara Jokowi naik sebesar 5.64%! 

Beberapa rekan pro-Prabowo yang ada di twitter juga mempertanyakan kejanggalan hitung cepat tersebut kepada saya, yang saya jawab dengan tidak ada yang aneh dengan perhitungan tersebut. (Atau mungkin memang ada tapi saya tidak mampu melihat kejanggalan tersebut)

 

Lalu apa pendapat saya?

Saya berpendapat bahwa sangat masuk akal perhitungan cepat mengalami dinamika yang demikian. Mengingat pada awal-awal hitung cepat data yang masuk berasal dari Indonesia Timur, yang didominasi oleh pemilih Jokowi. Kemudian ketika suara dari beberapa propinsi masuk yang ditengarai didominasi oleh pemilih Prabowo, maka suara Prabowo mengalami kenaikan. Hal itu yang tampak pada hasil hitung cepat pada pukul 13.05 WIB. Ketika suara dari berbagai propinsi mulai masuk kembali, dan didominasi oleh pemilih Jokowi, maka hasil hitung cepat menunjukkan perubahan.

 

Mengapa selisih perubahan 3.87% data mampu mengubah komposisi persentase sampai 180 derajat?

Ada pengguna sosial media yang mendebat saya pake hitungan matematika. Ia berargumen bahwa sangat tidak logis secara hitungan matematis, kenaikan 3.87% suara dapat mengubah 5% suara para capres.

Ya saya sendiri jujur tidak begitu menguasai matematika ataupun statistik, jadi respon saya terhadap debatnya adalah melakukan hitungan kecil-kecilan lewat Program Excel. Nah ini hitungan saya:

hitungan SMRC

Dengan mengabaikan metode sampling dengan asumsi bahwa SMRC telah memenuhi kaidah pengambilan sampling yang taat pada metodologi, dan dengan berdasarkan pada penambahan persentase jumlah suara, maka didapatkan data sebagai berikut:

  1. Dengan asumsi jumlah total surat suara adalah satu juta (1.000.000) dan seluruhnya menyoblos, maka data awal pada tanggal 9 Juli 2014 pukul 13:05, data yang masuk adalah 13.78% (137.800), dimana jika kita sesuaikan dengan persentase kedua pasangan capres sesuai rilis SMRC maka, Prabowo-Hatta meraih kira-kira 72.814 suara sedangkan Jokowi-JK meraih kira-kira 64.849 suara.
  2. Kemudian selang 14 menit, pada pukul 13:19 data yang masuk adalah 17.65 % (176500), dengan asumsi jika persentase maka Prabowo-Hatta meraih kira-kira 83.485 suara, sedangkan Jokowi-JK meraih kira-kira 93.016 suara.
  3. Penambahan persentase adalah 3.87%, artinya 38700 surat suara. Dari penambahan persentase tersebut, sebagian besar memilih Jokowi-JK, sisanya memilih Prabowo-Hatta.
  4. Sederhananya, dari 3.87% surat suara sesungguhnya hanya dibutuhkan sekitar 28.167 suara lari ke Jokowi-JK, untuk mengubah komposisi persentase menjadi 47.3% : 52.7%.

 

Bagaimana dengan taat asas metodologi Hitung Cepat?

Saya tidak tahu secara pasti, tapi saya yakin SMRC melakukan lebih baik dari yang lain. Mengapa? Karena jumlah sampelnya 4000 TPS. Terbanyak dari lembaga-lembaga survei/hitung cepat lainnya. Lembaga-lembaga yang diragukan keabsahannya ketika diaudit oleh PERSEPI juga telah dinyatakan lolos. Berbeda halnya dengan P*SKAPTIS yang justru menolak di audit, menguatkan persepsi khalayak umum bahwa lembaga tersebut tidak kredibel. Lengkapnya silahkan dibaca sendiri pada link-link dibawah ini.

 

Demikian analisis ngasal bin ngawur dari saya.  Jadi kesimpulannya, tidak ada yang aneh dengan perubahan persentase perhitungan suara tersebut. Namun jangan lupa, ilmuwan boleh salah, tapi tidak boleh bohong. Adapun kesalahan-kesalahan perhitungan dan pemaknaan adalah murni dari saya, maklum belum pernah ngambil mata kuliah Matematika Dasar.😀

Jangan pernah percaya lembaga survei, percaya sama Tuhan aja, karena selain itu syirik dan menyesatkan. *Peace*

Yang mau caci-maki, komentar sampah monggo, paling juga di delete ntar. hehehe..

 

Gambar minjem dari sini.

 

Link:

http://m.kompasiana.com/post/read/667978/2/real-count-pks-palsu.html
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10152136520911044&id=700791043
https://www.facebook.com/notes/tras-rustamaji/data-quick-count-smrc-diupdate/10152555794878914
http://politik.kompasiana.com/2014/07/13/masih-bisakah-mempercayai-saiful-mujani-673579.html
http://www.solopos.com/2014/07/10/hasil-pilpres-2014-inilah-penyebab-hasil-quick-count-bisa-berbeda-518535
http://www.mediawarga.info/2014/07/sesat-pikir-quick-count.html
http://m.merdeka.com/pemilu-2014/dewan-etik-menolak-diaudit-puskaptis-dikeluarkan-dari-persepi.html
http://m.merdeka.com/peristiwa/persepi-metodologi-quick-count-pol-tracking-benar.html
http://m.merdeka.com/peristiwa/smrc-paparkan-23-halaman-makalah-metodelogi-hitung-cepat.html
https://www.facebook.com/notes/tras-rustamaji/data-quick-count-smrc-diupdate/10152555794878914
http://politik.kompasiana.com/2014/07/13/masih-bisakah-mempercayai-saiful-mujani-673579.html
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/21/269594637/Hitung-Cepat-Pilpres-2014-SMRC-Paling-Akurat

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: