Posted by: mahadarma | November 1, 2012

Makna Politis Dibalik Gelar Kehormatan

 

Seringkali kita mendengar berita mengenai penganugerahan sebuah gelar kehormatan, baik gelar akademik, kebangsawanan, dan lain-lain. Penganugerahan ini tidak jarang disertai dengan polemik dan prokontra di masyarakat. Seperti pada penganugerahan gelar bangsawan oleh Keraton Surakarta, penganugerahan warga negara kehormatan, gelar doktor honoris causa seperti yang diterima oleh Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud oleh rektor UI, dan gelar ksatria.

Pemberian gelar kebangsawanan oleh Keraton Surakarta cenderung dipandang dari sudut ekonomi, mengingat dengan memberikan gelar kebangsawanan, sebenarnya pihak keraton telah berupaya menarik public figure tersebut ke dalam lingkaran kerabat keraton. Selanjutnya, sebagai kerabat keraton, public figure tersebut mau tak mau harus ikut bertanggung jawab atas kelestarian budaya Jawa dan Keraton Surakarta apa pun bentuknya. Sederhananya, kekerabatan dapat mengatasi sejumlah masalah, termasuk masalah ekonomi tentunya.

Pemberian gelar tidak selamanya berkaitan dengan kinerja, pengabdian/loyalitas, bisa juga menyimpan makna politik dibalik itu. Jika kita mengamati pemberitaan penganugerahan gelar, hal ini diikuti dengan peningkatan hubungan kerjasama dan diplomatik diantara dua negara, seperti pada Raja Arab Saudi terkait permasalahan TKI.

Demikian juga halnya dengan yang diterima oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono. Beliau yang dijadwalkan akan menerima penganugerahan gelar ksatria “Knight Grand Cross of the Order of Bath” dalam kunjungannya ke Inggris. Beberapa tokoh yang telah menerima gelar serupa adalah Presiden AS Ronald Reagen, Presiden Prancis Jaques Chirac dan Presiden Turki Abdullah Gul.

Mungkin cukup aneh bagi sebagian kalangan yang menganggap kinerja pemerintahan SBY yang tidak cukup baik untuk mendapatkan sebuah gelar. Namun baiknya kita cermati lagi, Inggris merupakan sebuah negara di kawasan Eropa yang saat ini terkena imbas dari krisis Eropa. Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi paling baik di kawasan Asia Tenggara bahkan dunia. Cukup wajar jika Inggris kemudian memberikan gelar untuk menarik hati pemimpin tertinggi negeri ini. Ditambah lagi, Inggris merupakan investor nomor dua di Indonesia.

Seperti yang diutarakan oleh William Hague, Menteri Luar Negeri Inggris, pemerintah Inggris bertekad untuk menjadi pintu bisnis Indonesia di Eropa. Bahkan, Inggris siap menawarkan banyak kesempatan untuk investasi di bidang energi, transportasi, maupun infrastruktur. Ia menegaskan bahwa jaringan transportasi di Inggris dan fakta bahwa Inggris secara konsisten dinilai sebagai tempat yang paling mudah untuk melakukan bisnis di Eropa membuat Inggris menjadi batu loncatan ke pasar Uni Eropa. Peningkatan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kedatangan PM Cameron ke Jakarta pada bulan April lalu, dimana disepakati kerjasama bilateral yang berfokus pada perdagangan, investasi, pendidikan, lingkungan, demokrasi dan kerjasama antar-kepercayaan.

Kunjungan diplomatik/kenegaraan memang sering digunakan untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara negara, seperti ketika PM Jerman datang ke Indonesia yang tidak lama kemudian menawarkan pembelian Leopard, kedatangan Menlu Amerika yang menawarkan pesawat F-16 dan helikopter Apache, dan banyak lagi.

Disatu sisi, penganugerahan gelar ini tentu sebuah kebanggaan tersendiri bagi bangsa dan negara Indonesia, karena tidak banyak pemimpin dan tokoh dunia yang mendapatkan gelar ini. Artinya secara tidak langsung kepemimpinan SBY diakui oleh Inggris. Selain itu, peningkatan kerjasama tersebut merupakan bentuk pengakuan dari posisi Indonesia secara global, baik kapabilitas dan kekuatan nasional. Hal ini penting karena Indonesia menjadi negara yang memiliki pengaruh dan bargaining position yang tinggi.

 

Sumber:
http://www.thejakartaglobe.com/news/sir-susilo-sby-to-be-knighted-during-upcoming-british-visit/552982

http://m.news.viva.co.id/news/read/363528-terima-gelar-ksatria-inggris–sby-dikawal-kereta-kuda

http://edukasi.kompasiana.com/2011/09/05/menyoal-pemberian-gelar-doktor-honoris-causa-untuk-raja-arab/


Responses

  1. keren…
    nice post


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: