Posted by: mahadarma | June 29, 2012

Investasi Pendidikan Sang Buah Hati Sejak Dini

Dengan kenyataan bahwa rata-rata upah minimum para pekerja di 33 provinsi di Indonesia hanya Rp 1,15 juta per bulan, cukup susah bagi para kalangan menengah ke bawah untuk bisa membiayai buah hati mereka dengan kemampuan finansial yang mereka miliki tanpa perhitungan yang cermat. Dengan jumlah itu, setiap anggota keluarga dari seorang pekerja dengan satu istri dan dua anak hanya akan mendapatkan rata-rata Rp 290.000 untuk hidup selama sebulan. Angka ini hanya sedikit di atas garis kemiskinan tahun 2011, yakni Rp 233.740 per orang.

Islam menempatkan ilmu dan para pencari ilmu dalam kedudukan yang sangat mulia. Islam mewajibkan para orangtua untuk mendidik anaknya dengan baik. Orang yang berilmu diberi kedudukan setingkat lebih tinggi dibanding yang lain.

“Allah meninggikan beberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan) dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” – Surat Al Mujadalah ayat 11.

Pendidikan adalah investasi, investasi ilmu dan investasi masa depan, demikian nasehat orangtua saya. Namun sudah menjadi rahasia umum jika pendidikan mahal harganya sehingga ia dikatakan sebagai sebuah investasi.

Sebagai orangtua sekaligus mahasiswa yang sedang menempuh studi pasca sarjana, saya merasakan betapa mahalnya pendidikan, sehingga tanpa perencanaan yang matang sangat sulit untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi, terutama di tingkat universitas. Tak jarang, kehadiran beasiswa pendidikan dirasakan sangat membantu untuk keluarga dengan kemampuan finansial yang pas-pasan dan sang anak memiliki kelebihan dalam kecerdasan maupun prestasi akademik/non-akademik.

Mahalnya pendidikan sudah merata pada semua jenjang pendidikan. Tidak hanya pada Pendidikan Wajar Dikdas (Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar) 9 tahun yang sebenarnya wajib dibiayai oleh Pemerintah, bahkan untuk masuk PAUD dan TK saja beberapa institusi sekolah sudah “menodong” jutaan rupiah. Belum lagi biaya untuk masuk ke Perguruan Tinggi. Meskipun pendidikan tinggi belum tentu menjamin masa depan seseorang, namun semua sepakat bahwa dengan bekal pendidikan yang tinggi, seseorang diharapkan dapat mendapatkan kehidupan dan penghidupan yang lebih baik.

Dari sebuah layanan perencanaan keuangan terkemuka di Indonesia, disebutkan bahwa:

  1. Rata-rata kisaran kenaikan biaya pendidikan di Indonesia secara umum adalah 20% – 40% per tahun.
  2. Biaya kuliah S1 (4 tahun kuliah) salah satu universitas negeri terkemuka di Indonesia adalah Rp 80 Juta. Dengan kenaikan 20% saja, 17 tahun lagi akan menjadi Rp 1,7 Miliar.
  3. Biaya kuliah S1 (4 tahun kuliah) salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia adalah Rp 250 Juta. Dengan kenaikan 20% saja, 17 tahun lagi akan menjadi Rp 5,5 Miliar.

Sebuah perjuangan dan pengorbanan untuk bisa menyekolahkan buah hatinya ke jenjang pendidikan yang paling tinggi bagi para kalangan menengah ke bawah dengan pendapatan yang pas-pasan.

Tentu kita semua tahu film dan novel “Laskar Pelangi” yang sangat menyentuh hati dan menggambarkan kondisi pendidikan di Indonesia di daerah pelosok. Sejumlah anak-anak yang memiliki ambisi dan mimpi tinggi dihadapkan pada terjalnya realita bahwa pendidikan hanya bisa dinikmati sejumlah warga yang mampu. Kita pastinya tidak ingin anak-anak yang menjadi tumpuan orangtua dan negara ini tidak bisa menikmati pendidikan yang layak, seperti tokoh Lintang yang cerdas namun keadaan hidup memaksanya untuk mengutamakan kebutuhan ekonomi dan mengabaikan pendidikan.

Dengan melihat kondisi mahalnya pendidikan formal, maka tak heran jika angka partisipasi masyarakat di pendidikan formal setelah SD berkurang sangat drastis seperti pada infografik berikut ini.

 

Untuk mempersiapkan rencana masa depan pendidikan si buah hati, para pakar perencana keuangan menyarankan untuk menabung sedini mungkin. Fungsi dari tabungan pendidikan adalah untuk mempersiapkan dana pendidikan untuk si buah hati. Agar jika pada saatnya nanti ia masuk sekolah atau kuliah, dananya sudah siap.

Cukup banyak layanan perbankan yang menawarkan solusi dalam mengatasi kesulitan finansial di bidang pendidikan. Dengan memanfaatkan layanan dan produk perbankan yang tepat, harapan kita sebagai orangtua adalah dapat mencapai kebebasan finansial sehingga keinginan untuk menyekolahkan anak agar mendapatkan ilmu yang baik, berguna, dan menjamin masa depannya, serta dapat berkompetisi dapat terlaksana dan terwujudkan.

_____________________

Sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/05/02/11490265/Pekerja.Belum.Cukup.Sejahtera

Responses

  1. ini seperti asuransi pendidikan bukan sih mas?

    • Untuk yang BCA ya? Coba hubungi Halo BCA di 500888 ya. Yang ingin saya tekankan pada artikel ini adalah pentingnya dalam mempersiapkan rencana pendidikan untuk anak, bentuknya bisa berupa tabungan maupun asuransi. Sebagian orang cenderung memilih tabungan pendidikan, karena pendidikan bukan sesuatu yang perlu diasuransikan layaknya jiwa, kesehatan, harta, dll.

      • seperti axamandiri dong mas..
        di axa mandiri juga menyediakan tabungan untuk pendidikan anak untuk masa depannya..

  2. mungkin saja, cukup banyak perusahaan yang menawarkan produk untuk tabungan pendidikan,🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: