Posted by: mahadarma | May 6, 2012

Pulang..

“Home is where our heart belongs”

Sambil ditemani alunan lagu “Home” milik Michael Buble, pagi ini saya mengendarai motor pulang melepas rindu kampung halaman. Pulang, sebuah kata yang mengandung kekuatan magis bagi semua manusia di bumi ini. Pulang menggambarkan kita memiliki permulaan, kondisi kembali ke tempat dimana kita memulai semua cerita kehidupan ini. Pulang menandakan bahwa kita bukanlah kaum gipsi. Pulang, dalam tiap generasi memiliki esensi tersendiri.

Ketika masih anak-anak kita selalu menantikan sore hari ketik pintu rumah dibuka dan “Ayah pulang…”

Masih ingat ketika sekolah, jam-jam pelajaran terakhir dan menanti bel panjang waktunya pulang sekolah?

Ketika beranjak remaja dan dewasa, saat kuliah kemudian bekerja di luar kota, mudik alias pulang kampung adalah saat yang dinanti karena bisa berkumpul dengan sanak famili. Itu mengapa jutaan orang tiap tahun ikut melahirkan budaya mudik, dan tidak hanya di Indonesia.

Ketika sudah berumahtangga, pulang adalah saat yang tepat melepas lelah bercengkerama dengan anggota keluarga.

Pada akhirnya ketika seseorang pulang ke Rahmatullah.. kembali pulang pada sang Pencipta.

Kata “Pulang” adalah kata sakti. Setiap manusia seakan terhipnotis dengan kata ini. Pulang adalah titik akhir dari akumulasi kelelahannya berinteraksi dengan dinamika hidup.

Apa yang dibenak anda ketika mendengar kata pulang?

image from: http://wallpapers.free-review.net


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: