Posted by: mahadarma | March 19, 2012

Dimana Area Merokok?

Coffee and tobacco are complete repose  ~Turkish Proverb

Sejatinya tidak ada anjuran untuk merokok, bahkan ahli kesehatan telah melarang penggunaan rokok, begitu pula pendapat beberapa ulama yang mengharamkan rokok. Kita semua tahu bahayanya rokok, tapi kita juga sadar bahwa larangan saja tidak efektif apalagi tidak ada batasan dan pengawasan yang ketat terhadap distribusi dan penjualan rokok.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa Indonesia adalah masyarakat dengan tingkat konsumsi rokok yang tinggi, urutan ke-3 konsumen tembakau atau rokok di dunia setelah Cina dan India, dengan konsumsi 220 milliar batang per tahun. Bahkan saat ini perokok pemula semakin muda, dan angka penderita penyakit disebabkan oleh merokok semakin naik per tahunnya. Menurut data WHO tahun 2006, Indonesia termasuk negara dengan persentase perokok muda terbesar di dunia yaitu 37 % pelajar dan mahasiswa di Indonesia merokok, 25% anak Indonesia yang berusia antara 3 – 15 tahun pernah mencoba merokok, dan jumlah perokok di Indonesia meningkat 6 kali lipat selama 40 tahun terakhir, saat ini 89 juta dari 240 juta penduduk Indonesia merokok.

Larangan merokok di ruang publik sangat diapresiasi. Larangan tersebut sangat baik dan menjamin hak publik yang merasa terganggu dengan asap rokok dan mengutamakan kesehatan. Namun yang sangat disayangkan adalah tiadanya ruang/area merokok di sejumlah ruang publik sementara rambu larangan merokok ada dimana-mana. Bila kita ingin adil, maka para perokok tersebut juga memiliki hak untuk menikmati apa yang mereka beli secara legal, terlepas dari himbauan dan larangan yang ada. Hal ini sekaligus untuk menghindari alasan mereka yang ingin merokok sembarangan.

Saya melihat beberapa ruang publik (tidak hanya di Jakarta) tidak memberikan ruang/area merokok, dan ini akan menjadi masalah baru. Seperti yang terjadi dengan pemberlakuan Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2010 tentang larangan merokok di dalam ruangan dan penghapusan ruang khusus merokok dalam ruangan, Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif Legislatif (Majelis) Sugiyanto berpendapat,

“..dengan dihapusnya ruang khusus merokok, Pemprov DKI dalam hal ini BPLHD tidak memberikan solusi terhadap para perokok. Mengingat peredaran rokok tidak pernah dibatasi. Peredaran rokok tetap banyak, siapapun dengan mudah mendapatkannya. Artinya, kebijakan menghapus ruang khusus merokok bukan solusi komprehensif tapi sepihak.”

Industri tembakau di Indonesia termasuk salah satu industri yang mendatangkan devisa negara. Tidak saja dari cukainya tapi bagi para petani tembakau juga. Kontribusi dibidang ekonomi dari industri rokok cukup besar, yaitu menyumbang pendapatan negara melalui cukai sebesar 13,3 triliun pada tahun 2000, devisa sebesar Rp. 22 miliar dan menyerap sekitar 12-13 juta tenaga kerja. Dari jumlah tenaga kerja tersebut meliputi petani tembakau dan cengkih, tenaga kerja dipabrik, transportasi, percetakan, periklanan pedagang sampai pengecer rokok dan lain lain. Dalam guyon satire, seorang teman berujar, “Saya merokok Dj*rum, demi mencerdaskan bangsa lewat beasiswa, dan mengangkat olahraga nasional”.

Jadi, jika negara ini memang mau fokus dengan memberantas penggunaan rokok maka mulailah dari hulu, dari produksinya. Jangan sampai negara ini membolehkan produksinya, melegalkan distribusinya, tapi melarang -bukan membatasi- konsumsinya, sekaligus “menikmati” pendapatan dari rokok. Berilah ruang/area merokok bagi para perokok yang telah memberikan devisa bagi negara.



Responses

  1. saya sangat mendukung program pemerintah itu, kenapa yang tidak merokok ikut terkena asapnya sedangkan saya sendiri ingin sekali bebas dari asap yang membuat terbatuk itu..
    hal ini berhasil di TransJakarta, namun dilain tempat agaknya masih kurang diperhatikan mas…
    salam dari Jakarta..

    • saya juga mendukung adanya ruang/area merokok. karena bagaimanapun para perokok ini juga mempunyai hak menikmati apa yg telah mereka beli secara legal, sayangnya byk sekali area merokok yang ditiadakan, jadi para perokok semakin bebas merokok sembarangan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: