Posted by: mahadarma | December 31, 2011

Equilibrium Kehidupan, Refleksi Akhir Tahun

Professional are those who works 10 hours daily -Anonymous-

Membaca sepenggal kalimat diatas membuat saya berpikir, apakah kita sudah termasuk dan menjadi  orang yang profesional? Berapa jam waktu yang dihabiskan untuk profesi kita? Undang-undang memang menegaskan seorang karyawan untuk bekerja 40 jam per minggu, namun berapakah waktu yang disisihkan untuk “mencintai” profesi kita?

Saya masih ingat ketika beberapa bulan yang lalu mengisi sebuah polling dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang human resources. Pertanyannya,

Manakah dari faktor-faktor dibawah ini yang akan mempengaruhi keputusan Anda dalam menerima suatu pekerjaan/posisi?

Saya pilih Pencapaian Pribadi (keseimbangan hidup dan kerja). Alasannya, sebagai manusia, kita perlu keseimbangan dalam hidup, ya Equilibrium. Sebagai karyawan, level apapun, anda perlu dihargai sebagai seorang manusia, yang punya dua kehidupan: kehidupan profesional dan kehidupan personal/pribadi. Kecuali profesi anda tidak menyiratkan dan membatasi jam kerja anda.

Bagi sebagian orang, jam kerja mungkin bukan sebuah batasan. Bahkan kadangkala antara kehidupan profesional dan pribadi tidak ada batasan sama sekali, atas nama loyalitas pada pekerjaan. Baiklah jika itu prinsipnya, tentu kita tidak boleh menghakiminya.

Dari sudut pandang saya, karyawan adalah sumber daya manusia, aset penting perusahaan. Manusia bukan alat, yang ketika sudah tidak berfungsi kemudian dibuang begitu saja. Ini yang seringkali terjadi pada karyawan-karyawan saat ini, mereka digenjot habis-habisan demi kepentingan perusahaan, siang dan malam. Sementara sang karyawan bekerja demi uang, bonus berlipat-lipat. Salah? Tidak juga asal anda ikhlas.

Keseimbangan kehidupan sangat penting baik bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri. Kerja karyawan jadi optimal, dan sebagai individu mereka akan merasa dihargai. Penting untuk memanusiakan karyawan.

Itupula mengapa sebuah perusahaan sekelas Volkswagen, membatasi penggunaan BlackBerry dan surat elektronik selama jam kerja. Pekerja hanya menerima email setengah jam sebelum dan setelah jam kerja, dan mereka membuat kesepakatan dengan pekerja sepakat untuk menonaktifkan email di malam hari. (sumber)

Bagaimana dengan Anda?


Responses

  1. Subhanalloh😀 semoga kita istiqomah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: