Posted by: mahadarma | December 15, 2011

Optimalisasi Peranan DPD di Daerah

Permasalahan DPD saat ini adalah tidak efektifnya peran mereka sebagai institusi legislatif karena ketiadaan wewenang membuat undang-undang, berbeda halnya dengan DPR. Keterbatasan ini karena dalam UUD 1945 pasal 22C dan 22D tidak memberikan wewenang tersebut. Keterbatasan ini menjadi titik krusial karena pada akhirnya kinerja DPD tidak dapat diukur secara pasti, karena tidak menghasilkan produk yang konkret kepada masyarakat. Ditambah lagi kurangnya sosialisasi DPD yang berdampak pada ketidaktahuan masyarakat terhadap DPD serta kinerja anggota-anggotanya, sehingga memunculkan anggapan bahwa DPD tidak bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

Polemik inilah yang menjadikan beberapa pihak berpendapat Indonesia sebagai penganut sistem bikameral “banci” atau quasi bikameral, dan muncul tuntutan untuk membubarkan DPD jika tidak ada penguatan kelembagaan, seperti yang disampaikan oleh Bapak Jimly Asshiddiqie di video berikut:

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan peran anggota DPD. Sebagai perwakilan daerah di pusat, DPD tentu harus lebih mengintensifkan peran mereka di daerah, karena kekuatan DPD adalah pada aspirasi daerah. Berbeda dengan DPR yang berasal dari partai yang rata-rata sudah memiliki basis massa, maka DPD harus jemput bola untuk mengumpulkan aspirasi dari masyarakat.

Secara umum, penguatan DPD harus dilakukan melalui Amandemen kelima UUD 1945. Meskipun DPD telah meluncurkan situs http://perubahankelimauud45.com sebagai media sosialiasi, namun ini perlu ditelaah, sejauh mana isu ini didukung masyarakat supaya masyarakat sadar bahwa ini adalah bagian dari penguatan institusi demi mewujudkan aspirasi masyarakat daerah.

Selain itu, anggota DPD harus membuka akses komunikasi 2 arah secara intensif, antara rakyat dan anggota DPD, mengakarkan diri dengan konstituen. Selama ini masyarakat banyak yang tidak tahu siapa wakil daerah mereka di pusat. Buka seluas-luasnya akses komunikasi dengan memperkaya media, baik online maupun offline.

“DPD RI menyadari banyak aspirasi publik yang muncul di media jejaring sosial tapi nyaris tidak mendapat respons secara proporsional”

~ GKR Hemas ~

Anggota DPD bisa memanfaatkan situs pribadi, sosial media, dan email. Namun ini saja tidak cukup karena rata-rata yang memanfaatkan ini adalah masyarakat kelas menengah atas. Bagaimana dengan masyarakat yang tidak memiliki akses atau buta internet? Bisa melalui media cetak, siaran radio berkala, kotak pos, temu warga, sms centre, maupun rumah aspirasi yang bukan didanai APBN.

Salah satu yang menurut saya penting di Yogyakarta yang tingkat pembaca koran lokalnya tinggi, maka anggota DPD perlu membuka kolom sendiri, yang memaparkan kegiatan/rencana kegiatan, RUU yang dibahas, dan kaitannya dengan persepsi dan harapan masyarakat, dan menampilkan aspirasi-aspirasi rakyat. Ini efektif untuk sosialisasi sekaligus menjaring aspirasi. Sementara, pengelolaan sosial media bisa dengan memanfaatkan agensi digital yang menyediakan jasa sosial media manager, yang akan membantu mengelola informasi dari media online kepada anggota DPD.

Dari informasi di media, banyak anggota DPD yang sudah berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. Pertanyaannya adalah,

Apakah sudah sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat daerah?

Untuk itu, perlu sinergi antara program yang diprakarsai oleh masyarakat dan program pemerintah. Untuk Propinsi DIY masalah sosial yang telah diidentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Kemiskinan
2. Keterlantaran
3. Ketunaan sosial / penyimpangan sikap dan perilaku
4. Kecacatan
5. Korban bencana sosial dan alam

sumber: data dan TI Dinsos DIY, 17 oktober 2006.


Responses

  1. betul sekali….konektivitas antara anggota DPD dengan rakyat harus tinggi…sehingga rakyat bisa menyampaikan apa yang mereka inginkan dan harapkan bisa tersampaikan dengan baik..

    Kalau hal2 tersebut membutuhkan fasilitas yang besar (misalkan teknologi, sedangkan msh bnyak rakyat di daerah tertinggal yg buta teknologi) maka harus ada alternatif pemecahan masalah yaitu dengan cara menyantroni daerah2 tertinggal tersebut, agar ada komunikasi langsung antara Anggota DPD dengan rakyat.

    salam kenal ya…sy jg masuk 20 besar lomba blog DPD RI …smga ide2 dgn tujuan positif bagi negeri ini bisa menjadi masukan bagi Bapak2 dan Ibu2 anggota DPD RI… amiinn

    • ya, konektivitas anggota DPD dan rakyat memang harus ada. Sayangnya saya pesimis hal ini bisa tercapai mengingat:
      1. keterbatasan anggota DPD per daerah.
      2. alokasi waktu DPD di pusat dan daerah yang tidak berimbang.
      3. akses komunikasi yang terbatas.
      4. minimnya kesadaran masyarakat akan peran DPD dan mengetahui siapa wakil mereka di DPD.

      Perkembangan teknologi yang begitu pesat di satu sisi memang berdampak positif, namun lebih baik tidak melupakan pola komunikasi tradisional dengan memanfaatkan kedekatan personal, dll.

      Salam kenal kembali.๐Ÿ™‚

  2. amandemen kelima adalah solusi bagi bangsa kita saat ini,..

    • Saya sepakat. Saat ini yang paling mendesak untuk penguatan kelembagaan DPD memang perlu legalitas yang hanya bisa difasilitasi melalui mekanisme Amandemen.

  3. Selamat sebagai pemenang lomba DPD
    Jejaring sosial memang harus terus didorong sebagai media sosialisasi bagi DPD

    • Terima kasih bu Hemas, sayang ndak bisa ketemu ibu ya..๐Ÿ˜ฆ

  4. Selamat utk mas darma! semoga hadiah jalan2nya tdk menjadi dilema yaa,mau ke luar pulau atau dalam pulau hehehe.. selamat menikmati gadget baruu๐Ÿ™‚

    • makasih ya.. masih dilema nih. ga prioritas sebenarnya, yang penting saya menikmati bertemu dan berkenalan dengan teman2 baru di Jakarta kemarin.๐Ÿ™‚


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: