Posted by: mahadarma | November 23, 2011

Blogger dan Komunitas Blogger, Pentingkah?

blogger ki yo ngeblog, titik ― blogger itu ya ngeblog, titik.

– @suryaden

Banyak orang INGIN menjadi blogger, BANGGA disebut blogger, bikin dan ikut KOMUNITAS blogger, diikuti ajang kopi darat, mulai yang kecil-kecilan sampai pesta blogger. Emang siapa blogger itu? Makhluk macam apa, hidup dimana? Siapa yang berhak menyandang titel blogger? Seberapa pentingkah komunitas blogger?

***

Ceritanya..

Terhitung sudah hampir 3 tahun saya nge-blog. Mulai dari nulis di Kompasiana, punya akun di blogdetik tapi ga pernah nulis, terus bikin di blogspot karena di Kompasiana banyak kendala sementara admin dan pemiliknya kurang akomodatif, terakhir ya blog ini gara-gara di Blogspot sering gangguan.

Selama ini saya tidak pernah dipusingkan dengan embel-embel apa itu blogger, tidak pernah pula mengutak-atik tampilan, bahkan ngga ngeh juga apa itu SEO dan lain sebagainya. Pikir saya, saya cuma pengen nulis, daripada nyumpel di otak, lumayan buat mengurangi kapasitas otak yang mulai overload informasi, serta buat latihan menulis (katanya sih menulis itu skill)

Setelah mengenal blog dan sosial media (baca: twitter), sejak itu pula mulai mengenal kawan-kawan yang juga nge-blog, diajak berbagai acara para blogger dan komunitasnya. Senang tentunya, punya banyak kawan, tambah ilmu juga.

Sampai suatu saat, ketika menghadiri acara yang mengundang para blogger, saya mencoba ikutan, muncullah pertanyaan:

Darimana mas?

“Maksudnya darimana?”

“Dari komunitas mana?”

“Emm.. (mikir agak lama) ga dari mana-mana mba, dari Jogja aja”  *loh*

Ini bukan sekali saya alami, dan saya masih bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut, yang akhirnya muncul banyak pertanyaan tentang blog, blogger, dan komunitasnya.

Tanggal 27 Oktober kemarin adalah Hari Blogger Nasional. Darimana saya tau? Dari twitter. Muncullah berbagai macam diskursus baik tentang makna blogger hingga kiprah nyata blogger itu seperti apa. Memperdebatkan blog dan twitter juga ada.

Dengan berbagai macam pertanyaan yang ada di kepala, saya mencoba menguraikan satu per satu, syukur kalo ada teman-teman blogger yang mau ikutan nimbrung.😀

***

Blogger

Definisi yang diberikan oleh Enda Nasution, yang sering dijuluki sebagai Bapak Blogger Indonesia:

Narablog (blogger) adalah istilah yang digunakan bagi orang yang memiliki sebuah blog atau lebih dan melakukan penyuntingan terhadap kandungan blog tersebut secara berkala maupun tidak menentu

Dalam perkembangannya, blogger tidak hanya merujuk pada satu definisi, bahkan siapa saja bebas mendefinisikannya.

Di blog ini disebutkan beberapa pengertian blogger, salah satunya:

Blogger adalah objek pelaku dari sebuah blog, dengan kata lain Blogger adalah orang-orang yang senantiasa menulis dan mengupdate blognya.

Apa definisi blogger menurut Anda?

Titel Blogger

blogger

Dengan merujuk pada definisi tertentu, setiap orang yang memiliki blog sesungguhnya berhak mengklaim dirinya sebagai blogger. Sah-sah aja sih. Yang jadi masalah adalah ketika klaim itu berujung pada bahwa dirinya dan sekelompok orang lain merasa paling “blogger” dari lainnya.

Emang ada yang gitu? Banyak, hehehe. Tapi bagi saya, untuk apa yang demikian? Tidak bermanfaat dan tidak ada kebanggaan tertentu jika hanya dilihat pada sebuah embel-embel, karena memang sebagai manusia tindakan nyata adalah yang terpenting, bagaimana bermanfaat bagi manusia lain dan lingkungannya.

Nah, blogger itu yang bermanfaat ketika tulisan-tulisannya berkualitas, kemudian bermanfaat bagi orang lain. Berkualitas bukan berarti tulisan-tulisan yang berat melulu, tulisan ringan pun bisa berkualitas.

Lalu ketika ia berhenti menulis, maka berhenti pula ia menghasilkan konten dalam blognya. Begitu bukan? Masih layakkah disebut blogger? Wallahu ‘alam.

Blogger dan Komunitas Blogger.

Ada sebuah definisi blogger yang cukup menarik dari Okky Madasari, seorang penulis buku,

“Blogger adalah orang yang ikut komunitas blog atau ikut pesta blogger”

Anda boleh sepakat atau tidak dengan kalimat diatas, namun dalam kenyataannya, ketika saya dekat dengan kawan-kawan blogger, komunitas adalah bagian dari kehidupan para blogger.

Seberapa pentingkah komunitas ? Saya pernah berdiskusi ringan dengan @donnybu, beliau berpendapat komunitas sangat penting untuk belajar berorganisasi, dan untuk menyuarakan aspirasi komune-nya.

Dalam beberapa tulisan yang saya baca dalam rangka mencari referensi tentang blogger, saya menemukan tulisan menarik milik Iman Brotoseno, Chairman Pesta Blogger 2009 & Presiden Konferensi Blogger ASEAN, dalam sebuah postingan di blognya yang berjudul Potret Blogger Indonesia,

Tetap ngeblog saja. Tapi tidak usah ikut ikut komunitas. Tidak usah mimpi offline kopdaran. Nanti kamu dicekoki sama tetua tetua komunitasmu yang sudah jadi polisi internet .

Apakah seorang blogger harus tergabung dan berafiliasi pada komunitas tertentu? Apakah ini tidak menjadi bibit dari sekat-sekat masyarakat? Saya tidak tahu, namun saya pribadi tidak ingin melekatkan diri saya untuk berafiliasi pada kelompok tertentu, saya enjoy untuk melebur dalam komunitas manapun, kegiatan apapun selama bermanfaat sehingga saya tidak perlu khawatir terhadap pandangan-pandangan miring dari pihak-pihak lain, dengan harapan tercipta persaudaraan antar kawan-kawan blogger. Naif?

Pro-Kontra

Kayanya di Indonesia itu kalo sesuatu hal bersifat aklamasi jadi aneh, maka pro-kontra adalah sebuah kelaziman, termasuk blogger.

Celeblog, ini istilah saya sendiri, saya utarakan di twitter menanggapi beragam kegiatan yang mengatasnamakan para blogger, yang kemudian ternyata hanya diikuti oleh perwakilan para blogger (ga usah disebutin, banyak soalnya😛 ). Perwakilan yang ditunjuk panitia ini entah apa dasarnya, kredibilitas mereka di dunia perbloggeran, atau sebagai ketua paguyuban atau komunitas blogger meskipun mungkin sudah tidak aktif ngeblog. Saya pikir demokrasi juga dianut oleh para blogger. Hehehehe…

Sungguh tulisan Potret Blogger Indonesia membuka wawasan saya tentang hitam-putih blogosphere di Indonesia. Mungkin tidak sepenuhnya benar, hanya sebagian kecil dari masyarakat blogger Indonesia. Namun tetap dapat menjadi perhatian.

Komunitas blogger dibentuk berdasarkan kepentingan wilayah, etnis, profesi, agama atau interest. Tapi karena memang dasarnya orang Indonesia juga. Budaya nyinyir, ngrasani, bergossip juga dibawa bawa sampai ke dalam komunitas itu.

Ketika para kelompok blogger menyuarakan bahwa merekalah yang menjadi suara blogger Indonesia.. Lalu masing masing berkampanye kepada khalayak blog, bahwa kelompok mereka sebagai pewaris wahyu cakraningrat blogsphere Indonesia. Ada yang mottonya tidak mengkotak kotakan – tapi memilih siapa yg akan diundang, Ada yang jargonnya satu bangsa – tapi mengabaikan aspirasi blogger.

Mempertentangkan sebuah hajatan dengan hajatan lain, atau komunitas satu dengan komunitas lain sungguh tidak elok. Akhirnya kita selalu curiga dan yang paling parah sampai menganggap musuh.

Mana ada blogger yang independen sepanjang dia sudah mau menerima uang.

Orang dilihat afliasinya, bukan kemampuannya, Persis seperti ibu ibu arisan di komplek. Saling berkelompok dan kalau perlu saling mempergunjingkan suami suami tetangga.

Jadi memang melihat blogger Indonesia kompak, saling bersahabat, dan tulus memang hil yang mustahal, seperti kata almarhum Asmuni. Masih utopia.

Apakah ini citra blogger kita?

Penutup

Pada akhirnya, semua dikembalikan pada definisi blogger yang kita anut, dan tujuan nge-blog. Saya sendiri masih merasa bukan blogger, hanya seorang yang kebetulan punya dan menulis di blog.

Mumet? Wes seng penting nulis ae, ya to?.. Wassalam.


Responses

  1. mnrtku, berkomunitas ..berserikat…berkumpul untuk saling kenal sesama blogher itu venting….
    itu mnrtku….makanya pasti akan ada pertyanyaan..”anda dari mana ? ” saya sih jawab dari komunitas blogher loenpia…dari ini..dari itu….
    mnrtku itu lbh akan banyak temen….
    bukannya soekarno dan petinggi2 negara ini juga dulunya juga berserikat ? berkumpul..?? aku sih setuju itu…
    kalo anda ga setuju…juga gpp…toh ini ga wajib…ga ada jaminan masuk surga dll…so santai wae….di bikin nyaman wae…

    • Saya sih setuju mas untuk berserikat & berkomunitas, tapi apakah harus dalam satu “payung” nama tertentu? Kendalanya ya pas ditanya, dari mana? Lha itu saya masih belum punya jawabannya sampai saat ini.

      Ada solusi? hehehe

  2. Wah keren artikelnya🙂

  3. ra penting mas, sak mbacote wae… sing seneng ya oleh, sing ora seneng yo oleh juga… maklum kita ini bukan orang merdeka, bahkan merdeka dari perspektif bawaan kita sendiri, piye jal🙂

  4. Saya blogger = penulis blog😀

  5. – blogger itu ya ngeblog. rajin update itu ‘lebih’ blogger.
    – mau berkomunitas atau tidak, silakan. tak ada paksaan.
    – nyinyir juga bukan dosa. suka-suka orangnya, asal siap menerima konsekwensinya.
    – tapi, saya paling suka kutipan ini: “…Tetap ngeblog saja. Tapi tidak usah ikut ikut komunitas. Tidak usah mimpi offline kopdaran. Nanti kamu dicekoki sama tetua tetua komunitasmu yang sudah jadi polisi internet..”
    – kutipan itu, menurutku sesuatu banget! sebab, para orang tua, ternyata sukanya nyekoki yang muda. itu menunjukkan, adanya keyakinan bahwa yang muda itu kurang pengetahuan, bego, dan sebagainya.
    – sungguh, itu soal cekok-mencekok iti penting…tak ada orang bisa membuat kesimpula demikian kalau tidak matang dan sudah malang-melintang di dunia perbloggeran.
    – percaya boleh, tidak pun tak soal. tapi, terhadap segala hal yang ‘sesuatu banget’, silakan Anda timbang…

  6. hahahah cen marai ngekek mas bero klau bahas ginian, bahkan ane tau di diseni di blok ane sendiri ama orang karena salah nulis kata blogger dan salah salah dalam poenulisan kata, blogger gak boleh typo mas berat😛
    kalau ane lebih menyoroti komunitas blogger yang sok2an bawa2 nama blogger omongane ngede padahal asline jarang (ratau) ngeblog/nulis:mrgreen: . blogger = onliners wkwkwk *njempalik😆
    tapi emang aslinya mumet mikir ginian, buat ane emang gak penting sebutan itu yang penting nulis wae sak bacot2 e, kalau di sebut blogger ama orang lain ya alhamdulillah. pokok e aku bocah e @suryaden

  7. “blogger dan komunitas blogger, pentingkah?” pertanyaanku malah, “apakah pertanyaan dalam judul itu penting?” hihi tur yo rapopo, blogger kie mbahas sing ra penting yo perlu. pokmen ben tambah akeh tulisane, tambah banyak ilmunya. hehe

  8. Wahihihi.. Menjadi penting kang ketika pertanyaan “darimana” itu ada. Menyangkut identitas. Kadang jadi mengarah ke pe”label”an.
    Bagi saya pribadi mungkin tidak sama sekali.

  9. penting atau gak penting, ya itu relatif.. buat yang suka kumpul2 dgn ya sehobi, tentunya penting.. buat yg suka sendiri, ya gak penting2 amat..

    gw pribadi sih gak suka blogger yg lebay menyanjung2 komunitasnya.. dan lebih gak suka lagi kalo ada blogger yg memanfaatkan blogger lain dgn berbagai dalih (sosial, kebersamaan, blablabla) padahal tujuan sebenernya cuma branding dan cari duit

  10. Ah, saya mah tidak pusing apakah seorang blogger akan berkomunitas atau tidak. Ngeblog ya bebas-bebas saja. Bahkan ngeblog secara anonim saja boleh kok.

    Saya sendiri berkomunitas agar bisa berkawan dengan sesama blogger. Namanya makhluk sosial, saya tidak terbiasa sendiri. Lalu, karena saya blogger ya saya mencari komunitas blogger. Itu kalau di dunia maya. Kalau di dunia nyata, komunitasnya ya lain lagi.

    Untuk yang mengatakan blogger itu adalah yang ikut komunitas dan ikut pesta blogger ya monggo saja. Bagi saya sih, selama seseorang punya blog, mau ikut komunitas atau tidak, mau ikut kopdar atau tidak, mau ikut pesta blogger atau tidak, tetap saja dia blogger. Kalau nggak punya blog ngaku blogger barulah ngawur namanya…

    • Menarik.. kalo ga punya blog tapi punya twitter bisa ikut komunitas blogger ga ya mas? Kan twitter = micro-blog, heheheh.. *becanda*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: