Posted by: mahadarma | July 19, 2011

Indonesia “dikhianati” RIM?

BB Made in Malaysia, foto taken by: @santosbudi


Cukup mengejutkan ketika membaca berita bahwa, “RIM Bangun Pabrik BlackBerry di Malaysia“. Sebagai salah satu negara dengan pengguna Blackberry terbesar dan dengan pertumbuhan fantastis pada tahun 2008 yaitu sekitar 550% wajar jika kita berpikir mengapa produsen handset pintar tersebut menjatuhkan pilihan untuk membangun pabrik di Malaysia, bukan India, Indonesia atau Australia seperti yang pernah diperbincangkan sebelumnya.

Dany Bolduc, Vice President of Malaysia, Thailand and Vietnam, seperti dilansir Orienty, Senin (18/7/2011) mengatakan,

“Demi mendukung permintaan untuk smartphone BlackBerry di Asia dan di seluruh dunia, kami senang untuk memperluas operasi manufaktur kami ke Malaysia. Kami terus berupaya untuk memperbaiki cara kita melayani pelanggan kami dan mitra, dan secara fundamental percaya bahwa memproduksi smartphone BlackBerry di Malaysia akan membantu mencapai tujuan ini,”

Indonesia sebagai pasar terbesar bagi Blackberry tentu tidak diragukan lagi. Mengutip di sebuah blog ,

  • Indonesia is the largest Blackberry market in the world – you see taxi drivers there on Blackberry Messenger (AMSRS, 2011)
  • With more than two million users, Indonesia has become the largest market for BlackBerry in Southeast Asia and has seen its ranks of developers here swell (The Jakarta Globe, 2011)

Dengan jumlah penduduk yang besar, pengguna mobile internet yang tinggi, maka produk-produk teknologi terutama smartphone sangat diminati di negeri ini.

Sementara itu, dari situs Coolfounders.com,

The number of Internet users in Indonesia is also growing at a lightning speed. From 2000 to 2009, Internet users have grown from 2 million to 30 million users, a 1,400% increase in the last 9 years. Even though Indonesia is now ranked 11th in the world for the number of Internet users, only about 12.3% of its population has access to the Internet. The number of Internet users, especially those who access the Internet using their mobile phone, is projected to grow at an even faster rate in the future. The cost to access the Internet has dropped significantly for Indonesians in the last 2 years. Most Indonesians can now have access to the Internet using their mobile phone for only $7.7 per month. By 2014, the number of Internet users in Indonesia is projected to reach 150 million.

…..

With 30 million Internet users as of the end of 2009, Indonesia is the 5th largest Internet market in Asia (after China, Japan, India, and South Korea). The number of Internet users in Indonesia is growing really fast (the highest growth among Asia countries after China), especially the number of users who use their mobile phone to access the Internet. In five years, about more than half of the Indonesian population or 150 million people are projected to have access to the Internet (most of them through their mobile phone). Compared to the population (not Internet users) of Singapore (4.8 million), Malaysia (27 million), South Korea (48.6 million), Thailand (67 million), Vietnam (86 million), and Philippine (90 million), it is clear that the number of Internet users in Indonesia will be significantly higher than the number of Internet users in those countries.

…..

In Indonesia, mobile is big. As of 2009, there were about 159 million mobile cellular subscriptions in Indonesia, 15 million of them are mobile cellular subscriptions with broadband access (Source: ITU). In less than five years, about half of Indonesia population (120 million) will use Internet from mobile access. Young Indonesians, aged 8 – 24 years old, have the highest level of mobile phone ownership in the region, at 80% penetration (Source: Monetizing Indonesia Internet & Mobile). Indonesia also ranks among the highest in the world for mobile browsing intensity: 633 pages per month/person.

Data Blackberry user growth di Indonesia menurut gs.statcounter.com,

Data Blackberry user growth di Malaysia menurut gs.statcounter.com,

Lebih mencengangkan lagi, user BB di Malaysia hanya sekitar 1.5 juta, yang dengan mudah bisa disamai satu hingga dua provider di Indonesia (sumber), sedangkan di Indonesia ada sekitar 7 provider yang menyediakan jasa layanan BB. Indonesia juga memiliki developer-developer yang telah diakui oleh RIM.

Kalo kita cek di Google Trends, pencarian kata “Blackberry” juga didominasi oleh Indonesia,

Harusnya dengan menilik pada data-data diatas bisa menjadi alasan logis dan meyakinkan RIM untuk berinvestasi di Indonesia. Dari beberapa komentar rekan-rekan di sosial media juga menyayangkan alias kecewa mengapa RIM tidak membangun pabrik di Indonesia melainkan di Malaysia. Entah kecewa karena melihat potensi Indonesia yang besar, atau kecewa karena RIM memilih Malaysia, maklum sentimen bangsa ini kepada negara tetangga itu masih membekas.🙂

Rupanya, BRTI dan Kemenkominfo tidak satu suara menanggapi pembangunan pabrik RIM di Malaysia. Heru Sutadi, salah satu anggota komite BRTI mengatakan,

“Mengecewakan. Meski keputusan tetap di tangan RIM, namun jumlah pengguna di sini yang cukup banyak harusnya jadi pertimbangan,”

Kekecewaan itu akan dilanjutkan dengan memanggil pihak RIM, sekaligus menagih janji atas kesepakatan yang telah dilakukan. Sementara itu dalam artikel Pemerintah Tak Minat Minta RIM Bangun Pabrik BB, Humas Kemenkominfo, Gatot S Dewobroto, mengatakan sudah ada kesepakatan dengan RIM pada 17 Januari lalu yang akan diselesaikan satu per satu, tanpa menyebutkan fabrikasi di Indonesia, kesepakatan itu yakni:

1. RIM akan membangun layanan purna jualnya di Indonesia
2. RIM akan memblokir konten pornografi di layanan untuk Indonesia
3. RIM pada Desember 2011 akan membangun server di salah satu negara di wilayah Asia Tenggara
4. RIM akan berkomitmen dengan aparat Indonesia untuk melakukan penyadapan

Jadi apa yang salah dengan Indonesia sebagai market terbesar dan dengan potensi sumber daya manusia tapi tidak menjadi lokasi investasi fabrikasi Blackberry? Haruskah RIM berterimakasih pada Indonesia salah satunya dengan membangun pabrik di Indonesia? Apakah setiap layanan dan produk yang laris manis di Indonesia, kita berprinsip mereka harus buka pabrik/kantor disini, seperti Facebook, Google?

Dalam situs Kemlu, tulisan berjudul “Mengapa Investasi di Indonesia?“, disebutkan beberapa alasan untuk investasi di Indonesia, yaitu:

  1. Ekonomi yang membaik.
  2. Stabilitas politik.
  3. Iklim investasi yang kuat.
  4. Sumber daya alam.
  5. Demografi yang dinamis.
  6. Pasar domestik yang berkembang.
  7. Lokasi strategis dan pengaruh global yang luas.

Nah, dalam sejarah hubungan RIM dan Indonesia, sempat ada “kerikil” yaitu kasus filter pornografi dan ancaman pemblokiran layanan BB yang mungkin menjadi nilai minus Indonesia dimata RIM.

Selain itu, ada beberapa masalah di Indonesia terkait investasi dan penanaman modal asing. Menurut Gita Wirjawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), ada tiga hambatan yang selama ini menghalangi niat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, yaitu regulasi, proses dan peran pemerintah.

Sedangkan Ekonom Senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, berpendapat investor di Indonesia dari waktu ke waktu selalu menghadapi enam masalah utama, yaitu: ketidakpastian hukum atau korupsi, otonomi daerah, tidak memadainya infrastruktur, perburuhan, perpajakan, dan kepabeanan dan cukai. Sementara saya melihat ada 3 tambahan lagi, yaitu, birokrasi, keamanan, dan syarat alih teknologi.

Dengan kelebihan dan kekurangan tersebut, seharusnya pemerintah mawas diri dan introspeksi supaya perusahaan-perusahaan asing skala global lebih tertarik untuk investasi di Indonesia, karena dengan demikian akan membuka peluang dan kerjasama yang luas, baik lapangan kerja, investasi, dan lain sebagainya. Indonesia adalah potensial market, jika menganut prinsip teknologi on demand, rakyat Indonesia sebagai pelanggan bisa menentukan teknologi apa yang mereka inginkan, dan tentunya itu harus jadi perhatian para produsen seperti RIM.

sumber:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: