Posted by: mahadarma | July 8, 2011

Cerdas di Era Digital Melalui E-Jurnal

Internet sudah tidak lagi menjadi sebuah barang mewah. Internet sudah menjadi sebuah kebutuhan pokok, hak asasi, dan sebuah bagian dari lifestyle. Internet menyediakan akses informasi yang tidak terbatas dan relatif murah. Namun, banyak pengguna yang tidak menggunakan internet dengan cerdas. Cerdas disini mengacu pada penggunaan internet yang tepat guna, sehat, baik dari segi konten, produsen dan konsumen.

Ada sebuah ungkapan yang dikatakan oleh Anindya Bakrie, “The connectivity is one thing. What you do with connectivity is big thing”. Dari ungkapan ini, menyadarkan kita bahwa perlunya awareness dengan apa yang kita lakukan dengan konektivitas dunia maya.

Permasalahan Indonesia di era digital yang dihadapi saat ini adalah: penetrasi internet yang rendah, fasilitas dan sarana prasarana yang belum memadai untuk meningkatkan minat baca rakyat Indonesia, sulitnya akses terhadap sumber daya/materi bahan bacaan, kesadaran pemanfaatan internet sehat dan cerdas belum maksimal.

Ada dua pendekatan mengapa masyarakat sekarang perlu mengadosi teknologi digital khususnya e-jurnal. Yang pertama adalah, teori “Diffussion of Innovasion” oleh Everett M. Rogers yang membahas mengenai bagaimana inovasi baru dapat diadopsi oleh masyarakat. Teori ini selaras dengan pandangan kaum Neo-Futurism, sebuah pendekatan dalam teknologi komunikasi yang mewarisi optimisme masa depan teknologi yang bermanfaat, dan menganggap teknologi dengan kecepatan tinggi mampu meletakkan dasar kerja untuk masa depan yang penuh harapan.

Selain itu ada “Teori Perubahan” (Theory of Change) yang dikembangkan, berdasarkan penelitian AppLabs dari Grameen Foundation Technology Center, yang menunjukkan kemiskinan akibat dari adanya kesenjangan akses informasi dan layanan, yang berdampak pada kurangnya kesempatan ekonomi dan mengurangi kesejahteraan. Hal ini diperparah pada ketidakmampuan untuk mengakses informasi.

Berdasarkan data World Internet Status, Indonesia adalah pengguna internet terbanyak nomer 5 di Asia (gambar 1), dengan pengguna yang mencapai sekitar 30 juta, dengan tingkat penetrasi dan penggunaan internet di Indonesia sekitar 12.3 %, dan pertumbuhan pengguna yaitu sekitar 1400 %.

Situs Alexa melansir data penggunaan internet di Indonesia masih di dominasi pada akses jejaring sosial dan forum online seperti Facebook (rangking 1), Kaskus (rangking 6), Youtube (rangking 7), Twitter (rangking 10). Pengguna Facebook Indonesia tercatat mencapai 35 juta pengguna per Maret 2011, terbesar nomer 2 di dunia (lihat gambar 2), sementara pengguna Twitter per Desember mencapai 19 % atau peringkat ke-5 dari total pengguna di seluruh dunia yang berjumlah 145 juta, dengan jumlah rata-rata pengakses layanan jejaring sosial per bulan adalah 5.3 jam, terbesar ke 7 di dunia. Ini bermakna peluang pemanfaatan internet masih cukup tinggi.

Situs Pesta Buku Jakarta mengutip data dari UNDP, mengatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia termasuk rendah di Asean, meski hal ini mendapat bantahan dari Teuku Syamsul Bahri, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional RI,  serta Mudin Em, pustakawan Forum Indonesia Member yang mengatakan bahwa minat baca Indonesia termasuk tinggi hanya terhalang oleh ketiadaan atau minimnya fasilitas, sarana prasarana terkait. Bantahan tersebut seakan diamini oleh sebuah provider yang pada tanggal 8 Maret 2011 meluncurkan program aplikasi rental toko buku digital dengan menggandeng beberapa penerbit. Dengan ketersediaan teknologi maka akses terhadap materi publikasi mudah untuk didapatkan.

“Gaya hidup urban dengan tingkat mobilitas yang tinggi seakan ditunjang dengan kehidupan internet semakin meruntuhkan dominasi media publikasi cetak. Distribusi media cetak terkendala faktor geografis, sementara internet meruntuhkan batas-batas tradisional itu”

-Ninok Leksono, wartawan senior Kompas-

Ada beragam media publikasi digital antara lain: buku elektronik, jurnal, koran, dan lain sebagainya. Ada beberapa hal yang menjadi kelebihan media digital:

1. Ruang dan Waktu. Penggunaan media digital baik e-book, e-jurnal tentu akan sangat menghemat ruang, kita tidak perlu membawa buku-buku tebal yang berat, yang susah mau dibawa dan dibaca setiap saat. Dengan bentuknya yang digital, pengguna tinggal menyimpan dalam bentuk mass storage device, baik usb flashdisk, microSD, laptop, atau handphone, dan kemudian bisa membacanya kapan saja.

2. Aksesibilitas. Dengan bertumpu pada format digital dan ditopang infrastruktur internet, maka pengguna bisa mengakses file media digital kapan saja dan dimana saja, dan melalui perangkat apa saja.

3. Simplisitas. Simpel dan mudah dibawa, ditransfer ke perangkat apapun.

4. Cost dan harga jual yang lebih terjangkau. Cost disini meliputi biaya produksi/cetak, perawatan, distribusi, dan lain-lain.

5. Menggalakkan gerakan Go Green. Dengan isu global warming yang kuat saat ini dan kita rasakan dampaknya di berbagai belahan dunia, salah satunya anomali cuaca, banjir, dan lain sebagainya, seharusnya menyadarkan kita untuk semakin mencintai lingkungan kita.

Data menyebutkan bahwa konsumsi kertas dunia tumbuh 400% dalam 40 tahun terakhir. Sekarang sekitar 4 juta pohon atau 35% dari total pohon yang ditebang dipergunakan di industri kertas. Dalam satu hari ada sampah kertas yang berasal dari 27000 batang kayu.

Dalam blog Inspirasi Pagi dituliskan jika menghemat kertas, berarti menghemat: pohon, minyak, energi listrik dan air. Kalau kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4100 Kwh listrik dan 31.780 liter air.

Dari survey kecil-kecilan yang saya lakukan, menunjukkan masih sedikit pengguna yang menyediakan anggaran khusus untuk membeli bahan bacaan, meski hampir semua pernah mengunduh materi publikasi digital. Rupanya pula, peminat materi/media publikasi digital lebih banyak dibanding yang versi cetaknya.

Publikasi ilmiah dipublikasikan dalam bentuk thesis, skripsi, jurnal, makalah, disertasi, dan lain-lain. Jurnal sendiri adalah publikasi yang membahas berbagai macam ilmu pendidikan serta penelitian yang memiliki interval jangka waktu terbit berkesinambungan. Sedangkan elektronik jurnal adalah publikasi jurnal yang sudah dikemas dalam bentuk digitalisasi.

Institusi seperti kampus atau lembaga penelitian bisa saja masih menggunakan jurnal konvensional dalam bentuk kertas cetak, namun tanpa menjadi pelaku aktif di dunia maya, yaitu berkontribusi melalui media publikasi digital, bisa jadi institusi tersebut akan butuh waktu lama untuk berkembang dan dikenal dibanding institusi lain yang telah mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi internet.

Gerakan untuk merangsang minat baca dan mengefektifkan penggunaan internet di Indonesia dapat dilakukan melalui publikasi-publikasi konten digital salah satunya, e-jurnal. Ketiadaan biaya cetak yang diasumsikan sebagai biaya produksi, diharapkan dapat menekan biaya e-jurnal, meski idealnya media publikasi digital adalah gratis atau yang disebut dengan open access journal, sebagai penyeimbang publikasi cetak yang telah ada. Seiring semakin banyak pembacanya, maka kualitas jurnal maupun institusi penerbit akan teruji kredibilitasnya. Penulis mendapatkan “podium”nya, institusi mendapatkan nama, ilmu dan pengetahuan akan semakin cepat untuk dilakukan review, publik bisa mendapatkan materi bacaan yang berkualitas dan terjangkau.

Dalam teori “Diffussion of Innovasion” oleh Everett M. Rogers, dijelaskan ada 5 (lima) atribut inovasi yang juga berlaku pada penggunaan media publikasi digital. Atribut ini yang akan menentukan seberapa jauh keberhasilan dalam penggunaan atau adopsi teknologi baru.

  1. Relative advantage, penilaian berdasarkan manfaat relative yang diterima oleh pengguna.
  2. Compatibility, pertimbangan pemanfaatan berdasarkan konsistensinya pada nilai-nilai, pengalaman dan kebutuhannya.
  3. Complexity, penilaian berdasarkan tingkat kesulitan atau kompleksitas yang akan dihadapi pengguna jika mereka memanfaatkan media digital.
  4. Trialability, mengurangi ketidakpastian. Mempunyai kemungkinan untuk diuji coba terlebih oleh para pengguna lain.
  5. Observability, ini terutama berlaku bagi para akademisi, peneliti dan penulis untuk melihat sejauh mana tulisannya mampu mendorong “peer discussion”.

Manfaat adanya e-jurnal adalah:

1. Merangsang minat baca.

3. Memudahkan akses dan publikasi secara luas.

4. Meningkatkan daya saing, kualitas. kreatifitas, ilmu dan pengetahuan para peneliti/penulis.

5. Pembuktian kualitas dan kredibilitas institusi penerbit yang pada akhirnya menjadi media promosi.

6. Meningkatkan rangking perguruan tinggi.

Namun buku elektronik maupun e-jurnal sendiri belum populer di kalangan pengguna internet. Ini merupakan sebuah tantangan sekaligus hambatan, selain pada faktor infrastruktur sendiri. Tantangan untuk memasyarakatkan penggunaan internet yang cerdas bagi para akademisi dan mahasiswa di lingkungan pendidikan, dan juga tantangan bagi para penerbit. Hambatan yang menjadi kendala tentu adalah faktor infrastruktur jaringan internet, SDM, perawatan jaringan dan server, dan minimnya penyedia layanan untuk convert dari bentuk cetak ke digital.

Dukungan perangkat mobile digital telah menjadi salah satu faktor tingginya pertumbuhan dan penggunaan internet di Indonesia. Banyak perangkat yang telah mendukung aplikasi e-reader, sehingga akan memudahkan setiap pengguna untuk mengakses beragam media publikasi digital.

E-jurnal dapat diaplikasikan guna memperkaya literatur perpustakaan, terutama perpustakaan elektronik (e-library) dan untuk fasilitas pendidikan (e-education). Jurnal yang telah dibuat dalam bentuk digital atau elektronik menjadi salah satu koleksi perpustakaan digital. Koleksi tersebut bisa diakses kapan saja, dan tidak perlu takut kehabisan stok layaknya di perpustakaan konvensional. Dalam dunia akademis, e-jurnal bisa dijadikan bahan rujukan perkuliahan, atau sebagai materi kuliah itu sendiri, dimana mahasiswa bisa mengakses secara bersama-sama. Dengan dukungan perangkat digital serta ketersediaan media digital, maka informasi semakin mudah diakses.

Pemanfaatan internat yang tepat guna, atau dikatakan internet secara cerdas termasuk penggunaan e-jurnal bagi para akademisi, peneliti, mahasiswa, akan mereduksi penggunaan internet pada hal-hal yang kurang bermanfaat dan tidak produktif yang akhir-akhir ini di dominasi layanan jejaring sosial. Bukan berarti penggunaan layanan seperti jejaring sosial adalah tidak cerdas, namun penggunaannya yang menyita waktu secara berlebihan dan tidak tepat guna, terbukti sudah menjadi masalah terutama bagi para pekerja yang menjadi tidak produktif karenanya. Selain itu, harus ada sosialisasi tentang penggunaan e-jurnal kepada masyarakat luas, supaya tidak terpaku pada kalangan tertentu saja, dan edukasi penggunaan internet yang bersifat edukatif, produktif, dan tidak hanya sisi entertainment-nya saja yang dimanfaatkan. Untuk mendukung itu pula, institusi-institusi yang berkepentingan, baik universitas, lembaga penelitian, sebaiknya menampilkan direktori ke e-jurnal milik mereka, menekan biaya seminim mungkin bagi pengakses, dan lain-lain yang sifatnya advertorial.

 

Referensi

Sjabana, Dripa, Peran e-Journal dalam Internasionalisasi Publikasi Ilmiah,  Pelatihan Pentingnya Jurnal Elektronik dan Cara Pengembangannya FK UI, Jakarta 25 Feb 2010

http://www.alexa.com/topsites/countries/ID

Facebook Marketing Statistics, http://www.checkfacebook.com

http://en.wikipedia.org/wiki/Electronic_journal

http://kambing.ui.ac.id/onnopurbo/library/library-ref-ind/ref-ind-1/application/Diffusi%20Inovasi.rtf

http://www.grameenfoundation.applab.org/applab-blog/2011/02/28/how-can-mobile-phones-be-used-to-reduce-poverty/

http://www.wbcsd.org/web/publications/paper-future.pdf

http://sms.unikom.ac.id/lib/y.php%3F/journal/id/14

http://www.pestabukujakarta.com/index.php?option=com_content&view=article&catid=14:opini&id=21:minat-baca-siapa-peduli&Itemid=82

http://www.antaranews.com/berita/1272535755/minat-baca-masyarakat-indonesia-tinggi

http://inspirasipagi.wordpress.com/category/ragam

http://blog.uad.ac.id/alitarmuji/2011/02/26/teknik-perangkingan-universitas-ala-thes-qs/

http://ssc.sagepub.com/content/19/4/395.short

http://www.thejakartaglobe.com/culture/photogs-study-indonesian-reading-habits/370287

Internet dan Media Digital (survey) , http://twtsurvey.com/9m7pcr

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: