Posted by: mahadarma | January 18, 2011

Isu Pencalonan dan Koalisi, Serangan Fajar di Suatu Pagi

Beberapa hari terakhir ini kita disuguhkan dengan beragam informasi di media massa terkait isu pencalonan serta koalisi pasangan capres dan cawapres. Dalam isu yang berkembang muncul banyak tokoh, misal pencalonan Ibu Ani Yudhoyono, Puan Maharani, kemudian koalisi pasangan A dan B, dsb. Isu yang bergulir ini tak lepas dari efek disahkannya Revisi UU Parpol bulan Desember lalu, dimana tiap parpol yang akan menjadi kontestan di 2014 harus mendaftarkan diri selambat-lambatnya bulan Juli 2011.

Meminjam data survei IndoBarometer, Megawati ternyata menempati urutan pertama dengan pemilih sebesar 21,8 persen, kemudian Prabowo Subianto (15,5 persen), Wiranto (8,7 persen), Aburizal Bakrie (5,6 persen), Muhaimin Iskandar (3,5 persen), Ani Yudhoyono (3,4 persen), Surya Paloh (3,3 persen), Hatta Rajasa (2,0 persen), Suryadharma Ali (0,3 persen), dan Luthi Hasan Ishaaq (0,3 persen).

Meskipun dalam survei tersebut Megawati menduduki peringkat teratas, Taufik Kiemas pernah mengatakan bahwa Megawati tidak akan maju dalam Pilpres 2014, walaupun beberapa elit partai tersebut tetap mencalonkan. Mundurnya Megawati dalam bursa Pilpres memunculkan sebuah wacana tersendiri kemana suara PDI-P akan pergi dan siapa tokoh yang diusung nantinya. Selain itu, IndoBarometer rupanya luput memasukkan Sri Sultan HBX yang saya anggap memiliki potensi dan ambisi untuk menjadi Presiden.

Sri Sultan yang saat ini bernaung dibawah Golkar, membutuhkan sebuah kendaraan politik yang mampu membawanya dalam Pilpres 2014. Golkar memang belum menyatakan akan mengusung siapa, namun bersaing dengan Ical kok rasa-rasanya sulit. Kebutuhan akan kendaraan politik ini akan bisa terakomodir jika Nasional Demokrat, sebuah organisasi massa, berevolusi menjadi partai.

Sri Sultan memiliki satu hal yang tidak dimiliki tokoh lainnya. Jangan lupa bahwa selama ini, perpolitikan Indonesia selalu diwarnai drama politik. Ada Megawati dan Gus Dur di era Soeharto, SBY di era Megawati, dan mungkin berikutnya Sultan oleh SBY. Sultan bisa saja memanfaatkan citranya sebagai sosok yang sukses sebagai raja Yogyakarta sekaligus korban kezaliman oleh pemerintah, dan ini akan menjadi sebuah modal sangat bagus untuk mengambil simpati masyarakat luas. Andaikata NasDem beserta Sultan muncul menjadi parpol dan menjadi kekuatan politik baru, maka ini akan menjadi ancaman cukup serius bagi parpol lainnya, terutama incumbent.

Sejatinya, berbicara pencalonan dan koalisi, selain terlalu “pagi”, isu ini bisa jadi adalah strategi bagi yang mengeluarkannya. Strategi untuk menggugah, mengagetkan para politsi partai, membuat para mereka terkejut, seakan-akan lawan politiknya sudah menyatakan “Kami Siap Perang” sementara yang lain masih tidur terlelap. Mereka terbelalak dari tidurnya kemudian tergopoh-gopoh untuk membuat suatu rencana. Mereka tidak menyangka 2014 masih jauh, tapi isu koalisi sudah berhembus. Tentu ini yang diharapkan bagi yang mengeluarkan isu, karena partai yang tidak siap akan kalut dan panik, dan kemudian tengok kanan kiri, mencari siapa yang bisa diajak kerjasama serta berkoalisi. Strategi lain adalah untuk melihat pemimpin potensial baru yang sekiranya mampu menjadi penghalang atau kekuatan tandingan bagi calon yang sedianya akan dikeluarkan mereka. Namunketika lawan politik terpancing bisa jadii penyebar isu teriak girang.. “Kena Kamu!”

Isu pencalonan dan koalisi yang dihembuskan belum tentu benar, tapi bisa jadi adalah sebuah test in the water, upaya untuk melihat respon publik. Tentu masing-masing parpol tidak akan membocorkan siapa tokoh yang akan diusung sebagai pasangan Capres dan Cawapres. Sebuah blunder politik yang terlalu dini jika itu terjadi. Membuat komitmen politik untuk 2014 sejak tahun 2011 juga sama dengan menjual strategi bahkan justru jadi parameter untuk tidak dipilih. Di sisi lain, bagi partai yang gagap dan tak siap, silahkan ucapkan selamat tinggal 2014.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: