Posted by: mahadarma | November 30, 2010

Perang Korea II, sebuah Anti-Klimaks!

Apakah Anda seseorang yang percaya dengan terjadinya perang Korea jilid II? Atau mencoba mereka-reka jalannya perang, dan sekedar membuat simulasi khayalan?

Bagi saya, semenanjung Korea dengan kondisi seperti saat ini, ketika seluruh pihak dalam kondisi siaga, maka perang hanya sebuah anti-klimaks (baca: “Dua Korea, Siapa Pemenangnya?” http://bit.ly/eJI3ZC). Andi Widjajanto, seorang pengamat militer, dalam sebuah acara di media mengatakan bahwa ada 50 ribu rudal siap menghantam Seoul dalam 7 menit, dan rudal yang paling ditakuti yaitu Taepodong2 hanya butuh belasan menit mulai dari persiapan hingga menjangkau sasaran.

Pertanyaannya, apakah akan terjadi perang rudal dengan begitu banyak alat tempur yang sudah siaga di semenanjung Korea baik dari pasukan Amerika Serikat maupun Korea Selatan?

Seperti diberitakan di media, bahwa Amerika Serikat mengirimkan armadanya dalam Carrier Strike Group (dulu disebut Carrier Battle Group) dibawah komando USS George Washington, untuk latihan militer gabungan dengan Korea Selatan di kawasan Laut Cina, dekat wilayah Korea Utara sebagai response terhadap serangan Korea Utara dan “pesan.” kepada Cina. Saya mengartikannya, bisa saja makna latgab (latihan gabungan) Amerika Serikat hanya sekedar ingin melakukan show of force, tapi bisa sebagai sebuah persiapan tempur, sesuai dengan komitmen Amerika Serikat untuk mendukung Korea Selatan.

Dalam sebuah Carrier Strike Group, terdiri dari beberapa kapal perang yang bervariasi dari segi jumlah dan jenisnya, namun secara umum seperti berikut:

  • 1 Kapal Induk (Carrier) usually Nimitz-class — Kapal induk bertugas mulai dari sekedar menampilkan bendera, serangan-serangan terhadap target udara, mengapung dan target darat. Kapal ini juga terlibat dalam operasi berkelanjutan untuk mendukung kekuatan lainnya.
  • 2 Kapal penjelajah peluru kendali, biasanya Ticonderoga kelas – multi-misi kombatan permukaan. Dilengkapi dengan rudal Tomahawk untuk kemampuan menyerang jarak jauh.
  • 1 Kapal perusak peluru kendali, biasanya Arleigh Burke kelas – multi-misi permukaan kombatan, digunakan terutama untuk peperangan anti-udara (AAW)
  • 1 Kapal perusak, biasanya kelas Spruance – terutama untuk perang anti-kapal selam (ASW)
  • 1 Kapal fregat, biasanya kelas Oliver Hazard Perry – terutama untuk perang anti-kapal selam (ASW)
  • 2 Kapal Selam, biasanya kelas Los Angeles, berperan memberi dukungan langsung mencari dan menghancurkan kapal permukaan dan kapal selam bermusuhan
  • 1 Kapal suplai kombinasi amunisi,  minyak, biasanya kelas Sacramento atau kelas Supply – menyediakan dukungan logistik

sumber: http://bit.ly/hdHvvH

Mari kita lihat data alat tempur yang disiagakan,

1. USS George Washington


Spesifikasi:

Type: Nimitz-class aircraft carrier

Propulsion:

·2 × Westinghouse A4W nuclear reactors

·4 × steam turbines

·4 × shafts

Ship’s company: 3,200

Air wing: 2,480

Sensors and processing systems:

·AN/SPS-48E 3-D air search radar

·AN/SPS-49(V)5 2-D air search radar

·AN/SPQ-9B target acquisition radar

·AN/SPN-46 air traffic control radars

·AN/SPN-43C air traffic control radar

·AN/SPN-41 landing aid radars

·4 × Mk 91 NSSM guidance systems

·4 × Mk 95 radars

Electronic warfare and decoys:

·SLQ-32A(V)4 Countermeasures suite

·SLQ-25A Nixie torpedo countermeasures

Armament:

·2 × Mk 57 Mod3 Sea Sparrow

·2 × RIM-116 Rolling Airframe Missile

·3 × Phalanx CIWS

Armor: classified/rahasia

Aircraft carried: 90 fixed wing and helicopters

sumber: http://bit.ly/hj2qqy

Kapal yang dibekali perangkat perang elektronik ini, mengangkut 75 pesawat dan 6000 pasukan (http://bit.ly/eZiNSj), di antaranya pesawat, F-35 JSF [joint strike fighter), F/A-18E/F Super Hornet, E A-18G Growler, E-2D Advanced Hawkeye, C-2A Greyhound, helikopter MH-60R/S Sea Hawk, dan UCAV (unmanned combat air vehicles) seperti X-47 Pegasus. (http://bit.ly/hCC8tP)

2.Ticonderoga Class

Spesifikasi:

Type: Guided missile cruiser

Propulsion:

·4× General Electric LM2500 Gas Turbine Engines,

·2 × Controllable-Reversible Pitch Propellers2 × Rudders

Complement: 33 Officers, 27 Chief Petty Officers, approx. 340 enlisted

Sensors and processing systems:

·AN/SPY-1A/B multi-function radar

·AN/SPS-49 air search radar

·AN/SPG-62 fire control radar

·AN/SPS-73 surface search radar

·AN/SPQ-9 gun fire control radar

·AN/SQQ-89(V)3 Sonar suite, consisting of:

•AN/SQS-53B/C/D Active sonar

•AN/SQR-19 TACTAS Passive sonar

•AN/SQQ-28 Light airborne multi-purpose system

·AN/SLQ-32 Electronic Warfare Suite

Electronic warfare and decoys:

·Mark 36 SRBOC

·AN/SLQ-25 Nixie

Armament:

·cruiser mark 26

·2 × Mk 26 missile launchers

·88 × RIM-66 SM-2

·8 × RGM-84 Harpoon missiles

·2 × Mark 45 5 in / 54 cal lightweight gun

·2–4 × .50 cal (12.7 mm) gun

·2 × Phalanx CIWS

·2 × Mk 32 12.75 in (324 mm) triple torpedo tubes

·cruiser mark 41

·2 × 61 cell Mk 41 vertical launch systems

·122 × RIM-156 SM-2ER Bock IV, RIM-162 ESSM, BGM-109 Tomahawk, or RUM-139 VL-Asroc

·8 × RGM-84 Harpoon missiles

·2 × Mark 45 5 in / 54 cal lightweight gun

·2 × 25 mm

·2–4 × .50 cal (12.7 mm) gun

·2 × Phalanx CIWS

·2 × Mk 32 12.75 in (324 mm) triple torpedo tubes

Armor: limited Kevlar splinter protection in critical areas

Aircraft carried: 2 × Sikorsky SH-60 Seahawk LAMPS III helicopters.

sumber: http://bit.ly/eqDtcU

3. Arleigh Burke Class Destroyer

Spesifikasi:

Type: Destroyer

Propulsion:

4 General Electric LM2500-30 gas turbines

2 shafts,

Boats and landing craft carried: 2 Rigid hull inflatable boats

Complement:

• Flight I – 303 total[2]

• Flight IIA – 23 officers, 300 enlisted[3]

Armament:

• 96 cell Mk 41 vertical launch system

• BGM-109 Tomahawk

• RGM-84 Harpoon SSM (not in Flight IIa units)

• SM-2 Standard SAM (has an ASuW mode)

• SM-3 Standard Ballistic missile defense missile for Aegis BMD

• RIM-162 ESSM SAM (DDG-79 onward)

• RUM-139 Vertical Launch ASROC

• one 5 inch (127 mm/54) Mk-45 (lightweight gun) (DDG-51 through -80)

• one 5 inch (127 mm/62) Mk-45 mod 4 (lightweight gun) (DDG-81 on)

• two 20 mm Phalanx CIWS (DDG-51 through -84, one on several later units)

• two Mark 32 triple torpedo tubes (six Mk-46 or Mk-50 torpedoes, Mk-54 in the near future)

Aircraft carried:

• None, but LAMPS III electronics installed on landing deck for coordinated DDG-51/helo ASW operations (Flights I and II)

• Two SH-60 Seahawk LAMPS III helos (Flight IIA onwards)

Aviation facilities:Flights I and II: Flight deck only

Flight IIA onwards: Flight deck and enclosed hangar for up to two medium-lift helicopters

sumber: http://bit.ly/ZP32m

4. Spruance Class

Spesifikasi:

Type: Destroyer

Propulsion:

4 × General Electric LM2500 gas turbines,

2 shafts

Complement: 19 officers, 315 enlisted

·Sensors and processing systems:

·AN/SPS-40 air search radar

·AN/SPG-60 fire control radar

·AN/SPS-55 surface search radar

·AN/SPQ-9 gun fire control radar

·Mk 23 TAS automatic detection and tracking radar

·AN/SPS-65 Missile fire control radar

·AN/SQS-53 bow mounted Active sonar

·AN/SQR-19 TACTAS towed array

·Passive sonar

Electronic warfare and decoys:

·AN/SLQ-32 Electronic Warfare System

·AN/SLQ-25 Nixie Torpedo Countermeasures

·Mark 36 SRBOC Decoy Launching System

·AN/SLQ-49 Inflatable Decoys

·AN/WLR 1 in DD-971 & DD-975.

Armament:

• 2× 5-inch (127mm) 54 calibre Mark 45 dual purpose guns

• 2× 20 mm Phalanx CIWS Mark 15 guns

• 1× 8 cell ASROC launcher

• 1× 8 cell NATO Sea Sparrow Mark 29 missile launcher

• 2× quadruple Harpoon missile canisters

• 2× Mark 32 triple 12.75 in (324 mm) torpedo tubes (Mk 46 torpedoes)

• 2× quadruple ABL Mark 43 Tomahawk missile launchers (some ships of the class)

• 1× 21 cell Rolling Airframe Missile launcher in some ships.

A 61-cell Mark 41 VLS launcher for Tomahawk/ASROC missiles

Aircraft carried: 2 x Sikorsky SH-60 Seahawk LAMPS III helicopters.

Aviation facilities: Flight deck and enclosed hangar for up to two medium-lift helicopters

sumber: http://bit.ly/hrs0XK

5. Oliver Hazard Perry Class

Spesifikasi:

Type: Frigate

Propulsion:

2 × General Electric LM2500-30 gas turbines

2 × Auxiliary Propulsion Units

Complement: 176

Sensors and processing systems:

Radar: AN/SPS-49, AN/SPS-55, Mk 92 fire control system

Sonar: SQS-56, SQR-19 Towed Array

Electronic warfare and decoys:

SLQ-32(V)2, Flight III with sidekick,

Mark 36 SRBOC

AN/SLQ-25 Nixie

Armament:

2 triple Mark 32 Anti-submarine warfare torpedo tubes with Mark 46 or Mark 50 anti-submarine warfare torpedoes

1 OTO Melara 76 mm/62 caliber naval gun

1 20 mm Phalanx CIWS rapid-fire cannon

8 Hsiung Feng II SSM or 4 HF-2 and 4 HF-3 supersonic AShM, plus 2 Bofors 40mm/L70 guns on Taiwanese vessels only)

Aircraft carried: Two LAMPS multi-purpose helicopters (the SH-2 Seasprite LAMPS I on the short-hulled ships or the SH-60 Seahawk LAMPS III on the long-hulled ships)

sumber: http://bit.ly/dguXJc

6. Los Angeles Class Submarine

Spesifikasi:

Type: Submarine

Propulsion:

·1 GE PWR S6G nuclear reactor,

·2 turbines

·1 auxiliary motor

·1 shaft

Complement: 129

Sensors and processing systems:

·BQQ-5 passive SONAR,

·BQS-15 detecting and ranging SONAR,

·WLR-8 fire control RADAR receiver,

·WLR-9 acoustic receiver for detection of active search SONAR and acoustic homing torpedoes,

·BRD-7 radio direction finder

Electronic warfare and decoys: WLR-10 contermeasures set

Armament:

·4 × 21 in (533 mm) midships tubes,

·10 Mk48 ADCAP torpedo reloads,

·Tomahawk land attack missile block 3 SLCM,

·Harpoon anti–surface ship missile

·mine laying Mk67 mobile Mk60 captor mines

sumber: http://bit.ly/9o0G98

7. Sacramento Class Support Ships


Spesifikasi:

Type: fast combat support ship

Propulsion:

4 boilers super-heated steam driving 2 × turbines,

Complement:24 officers, 576 enlisted

Armament:NATO Sea Sparrow missiles

2 × Phalanx close-in weapons systems

Aircraft carried:CH-46E Sea Knight

sumber: http://bit.ly/hOlMKh

Mengapa saya katakan anti-klimaks? Menurut hemat saya, ketika perang dimulai, maka sudah terlihat siapa pemenangnya, bahkan kondisi serupa perang Korea 1950-1953 jauh dari bayangan saya. Korea Utara takkan mampu meluncurkan rudal-rudalnya Kenapa demikian? Tengok saja peralatan tempur kapal-kapal diatas, yang mayoritas dibekali dengan kemampuan perang elektronik (electronic warfare), sehingga Amerika bisa melakukan lock target atau di-jammed, seperti yang terjadi pada perang Israel di Lembah Beka’a yang menuai sukses habis. (lihat: http://bit.ly/bCpbIi dan http://perangelektronika.blogspot.com/)

Jadi yang terjadi adalah armada Amerika Serikat akan mengirimkan umpan (decoy) dan menerbangkan UCAV (unmanned combat air vehicles) seperti X-47 Pegasus miliknya, sementara peralatan anti-rudal (anti-ballistic missile) yang biasanya dibawa kapal kelas Ticonderoga, atau sebuah missile-interceptor ship akan bersiaga untuk jaga-jaga jika ada rudal yang berhasil “lolos” diluncurkan, sehingga dapat dengan cepat dilumpuhkan sebelum mencapai target. Praktis, kekuatan tempur Korut menyisakan pasukan militernya saja tanpa kekuatan rudal-rudalnya.

Kemudian, pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat akan terbang dan menghancurkan titik-titik strategis dan vital dari Korea Utara, utamanya logistik dan pangkalan militer, yang kemungkinan telah diketahui Amerika Serikat dalam inspeksi instalasi nuklir. Kapal Ampfibi dan Sapu Ranjau akan diturunkan untuk “sapu bersih” demi upaya pendaratan pasukan Marinir. Yang terjadi berikut adalah perang darat, yang kecil kemungkinan akan berlangsung lama, karena mental para prajurit Korea Utara sudah kalah duluan, belum lagi tambahan dukungan serangan udara Amerika Serikat.

Cina dan Russia saya kira tidak akan menurunkan pasukan secara langsung, mengingat kemampuan mereka yang jauh berbeda dengan pasca PD II, kecuali Cina yang cukup pesat, hanya saja Cina kemungkinan akan menurunkan relawan-relawan seperti pada Perang Korea 1950-1953, karena Cina tidak ingin kebijakan luar negeri-nya terkait Korea Utara akan mengganggu pembangunan dan pertumbuhan ekonominya. Dan jika keadaan tidak memungkinkan, bisa saja Korea Utara “dibiarkan” selama pasukan Amerika Serikat tidak menjangkau daratan Cina.

Ini pertimbangan saya dalam kemungkinan perang di semenanjung Korea, bahwa perang itu sendiri akan menjadi anti-klimaks ketika perang itu sendiri dimulai.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: