Posted by: mahadarma | November 11, 2010

Embun dan Sang Pagi

Cinta itu seperti embun pagi, ia boleh hilang & pergi dengan siang atau malam, tetapi esok kan kembali basuh penatnya hari berulang kali..

Ia sosok yang datang, pergi, dan pagi tak pernah memiliki, tetap dicinta, dan dinanti.

Pada siang pada malam, pagi berkata jangan bawa embun pergi, sebaliknya embun berujar, tempatku bukan disini,..

..tp esok aku kan kembali, basuh peluhmu sepanjang hari. Pagi hanya bisa menanti, semoga esok embun menepati janji, tuk bertemu kembali, sang cinta sejati.

Andai ia bisa memilih, tentu pagi tak ingin menjadi pagi yang hanya bisa bersua embun dikala terbit mentari, pagi lebih memilih jadi hembusan angin, temani embun kemanapun ia pergi, meski keduanya tetap tak saling memiliki,

Hari itu, pagi tak kunjung bertemu embun, begitu pula siang dan malam, hanya hembusan bayu membawa kabar….embun tlah mengikat janji pada pagi yang lain..

Pagi jadi kering, kusam, kemarau hati oleh embun yg ingkar janji. Tapi pagi tetaplah pagi, menyongsong mentari, ada maupun tiada embun..

Pagi hanya bisa berkata, sampai jumpa embun, semoga kau nyaman dengan  pagi yang disana..

Cinta pagi tak pernah lekang oleh waktu.. Hanya sekedar berpendar di alam, menunggu isyarat Tuhan, menyatukan hati antara embun & pagi..

Semoga suatu hari pelangi bersemi di bumi yang sama, menyatukan keduanya, saat kemarau hati tlah pergi.

Pada malam ia rindukan pagi, padanya pula berharap embun basuh hati.. Saatnya menyanjung mimpi, semoga esok kita bertemu kembali..

Foto: http://bit.ly/bVyTRN


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: