Posted by: mahadarma | October 21, 2010

Mengubah Indonesia Dimulai dari Mana?

Foto ini sebenarnya hasil jepret-jepret iseng saya di Stasiun Kroya – Jawa Tengah, saat menanti kereta ke Jakarta tanggal 17 Oktober 2010, jauh hari sebelum ada rame-rame “Setahun SBY-Boediono” 20 Oktober 2010.

Saya pikir, pesan dalam foto tersebut sangat ideal untuk menyoroti maraknya aksi-aksi demonstrasi yang mengatasnamakan perubahan. Perubahan sejatinya harus ke arah yang lebih baik, begitupula kritik dan protes terhadap perubahan juga harus dilakukan dengan cara, norma yang baik, beradab dan intelektual. Mengumbar emosi, amarah tidak akan menghasilkan apa-apa selain anarki. Seluruh rakyat Indonesia pasti setuju jika pemerintahan SBY-Boediono masih jauh dari kemajuan, kesejahteraan, keadilan dan lainnya. Lalu, apakah tak ada cara yang lebih elegan dibanding bakar-bakar fasilitas dan infrastruktur pemerintah yang notabene dibiayai oleh pajak yang dibayarkan oleh sebagian dari kita sebagai wajib pajak.

Dalam sebuah sistem, tiap unsur dan elemen terlibat dan memiliki fungsinya masing.-masing Begitupula dalam sistem pemerintahan, rakyat sebagai unsur dan elemen negara memiliki peranan penting, apalagi sejak 2004 ketika diadakannya Pemilu secara langsung, artinya rakyat punya kontribusi langsung dalam memilih pemimpin negara dan wakil rakyatnya. Pertanyaannya, apakah para demonstran itu menggunakan hak pilihnya dan ikut menentukan arah politik bangsa ini, terlepas dari adanya isu DPT dan lain sebagainya? Jika tidak mengapa kini protes? Apakah mereka sudah mengemban amanah dari orangtuanya untuk menuntut ilmu setinggi dan sebaik mungkin?

Jadi jangan melulu menyalahkan sistem pemerintahannya, jangan melulu menyalahkan pemerintah dan parlemen, tanyakan pada diri kita masing-masing apakah kita ikut berkontribusi?

Jika mereka merasa pemerintah ini kurang perannya terhadap kemajuan pembangunan negara, lalu apa yag dilakukan oleh para mahasiswa yang anarki? Saya tidak menampik bahwa mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lain adalah agen perubahan, tapi perubahan yang bagaimana yang ingin dilakukan? Dimulai dari mana? Sementara yang telah berkuasa 32 tahun saja hendak dijadikan Pahlawan, ini yang 6 tahun ingin digulingkan. Apa kita tidak pernah belajar dari tragedi politik People Power di Filipina? Silahkan dihitung biaya politik, perbaikan infrastruktur, dsb.

John F. Kennedy berkata, “Ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country”. Selain pantas ditujukan bagi mereka yang kerap kali berperilaku anarki, dan hanya bisa mencaci, terkadang saya sendiri merenung dengan kalimat tersebut, apa yang sudah saya lakukan untuk negeri ini… walau setidaknya saya tidak merugikan negara.

Dalam semangat perubahan yang lebih baik, saya kemudian ingat foto yang saya ambil tempo lalu, dan pesannya menarik untuk disimak.

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, aku bermimpi untuk mengubah dunia.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.
Maka cita-cita itupun agak ku persempit, lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.
Namun nampaknya, hasrat itupun tiada hasilnya.
Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah keluargaku, orang-orang yang paling dekat denganku.
Tetapi celakanya, mereka pun tidak mau diubah!
Dan kini, sementara aku berbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari,
“Andaikan yang pertama kuubah adalah diriku, maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan, mungkin aku bisa merubah keluargaku, lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi akupun memperbaiki negeriku, kemudian siapa tahu, Aku bahkan bisa mengubah dunia!”
(terjemahan dari sebuah puisi yang terukir di suatu makam di Westminster – 1100m)
 

Ya. Andaikata tiap dari kita melakukan perubahan dari kita sendiri seperti pesan diatas, tanpa menyalahkan satu sama lain, tentunya negeri ini bisa sesuai yang diharapkan. Negara yang peduli pada rakyatnya, media yang tidak bias, masyarakat yang dewasa dan beradab, dan masih banyak lagi. Negeri ini terlalu banyak berkutat pada hal-hal artifisial non-substansial, mari kita fokus pada peran kita masing-masing dalam mengubah negara ini.

Salam Perubahan!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: