Posted by: mahadarma | August 28, 2010

Rekonstruksi persepsi terhadap tulisan “Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia”

Dalam beberapa hari terakhir kita disuguhkan sebuah artikel yang cukup membuat kita bangga dan sedikit terhenyak dengan paparan data tentang kekayaan negeri ini pada artikel yang berjudulNegara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia

Sesaat ketika membaca tulisan tersebut, membuncahkan sebuah kebanggaan dan kegeraman mengenai kemana saja hasil kekayaan bumi negeri ini. Namun, bagi saya artikel tersebut sedikit meragukan, terutama tentang keakuratan data yang tanpa sumber. Saya pun tidak tahu siapa penulis asli tulisan tersebut karena sudah ditampilkan dalam beberapa blog tanpa mencantumkan sumber asli hanya copas alias copy-paste. Namun disini saya tertarik dan merasa tertantang untuk membentuk second opinon, terutama pada beberapa point yang menurut saya perlu di klarifikasi kembali data-datanya.

Saya akhirnya, mencoba untuk melakukan pencarian data terhadap aspek-aspek yang telah dipaparkan, dan inilah yang saya temukan:

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.

Apakah betul? yup betul. Freeport adalah perusahaan tambang emas terbesar di dunia (sumber majalah Mining Internasional) dan perusahaan pertambangan ini sahamnya dimiliki oleh:

(sumber Wikipedia)

Seberapa besar kerugian yang dialami oleh Negara, berikut saya ambilkan dari Inilah.com:

Freeport Indonesia Rugikan Negara

Pengamat pertambangan Marwan Batubara menilai keberadaan PT Freeport Indonesia sangat merugikan negara. Perbedaan penerimaan negara yang merugikan Indonesia ini harus segera dirubah dengan merenogosiasi Kontrak Karya (KK).

“Total penerimaan negara dari Pajak dan Royalty adalah US$4,411 miliar, padahal total penerimaan Freeport dari 2004-2008 saja mencapai US$17,893 miliar. Jika seluruh pengeluaran diasumsikan 50% dari pendapatan, maka total penerimaan bersih capai US$8,946 miliar,” kata pengamat pertambangan Marwan Batubara di Jakarta, Kamis (4/3).

Dia menjelaskan perbedaan penerimaan yang merugikan Indonesia ini harus segera dirubah dan caranya adalah dengan merenegosiasi KK dan pemilikan saham Freeport oleh BUMN.

Data dinas pertambangan Papua menyebutkan cadangan Ertsberg sebanyak 35 juta ton. Jika diasumsikan harga rata-rata tembaga selama 20 tahun periode pertambangan Ertsberg adalah US$2000/ton, maka pendapatan yang diraih dari seluruh potensi mineral tambang Ertseberg adalah 35 juta ton x US$2000/ton, sehingga penerimaan Freeport dari Ertsberg mencapai US$70 miliar.

Demikian pula potensi pendapatan tambang Grasberg dari mineral emas, tembaga, dan perak secara keseluruhan adalah US$256,11 miliar, tidak tertutup kemungkinan bahwa potensi tambang lebih besar lagi.

Maka, lanjut Marwan, pemerintah tidak boleh terus membiarkan ketidakadilan ini. “Pemerintah harus mengajiulang dan mengoreksi kebijakan dan peraturan, serta KK pertambangan tersebut.”

KK dengan Freeport harus dirubah sehingga mengikuti amanat konstitusi dan perintah UU No4/2009 tentang minerba, serta lebih menguntungkan bagi Indonesia. Jadi, lanjutnya, sudah seharusnya pemerintah melalui BUMN menguasai sebagian saham Freeport agar bisa ikut mengelola jalannya perusahaan, mengamankan penerimaan negara lewat pajak, mengawasi seluruh proses produksi, dan memperoleh peningkatan pendapatan melalui dividen. [cms]

Tapi apakah dengan kualitas emas terbaik di dunia? Saya belum menemukan data ini.

Sementara untuk kandungan Uranium, hal ini sudah ditegaskan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), bahwa dari hasil identifikasi, dan di semua titik pengamatan tersebut belum menunjukan kandungan yang kaya akan uranium, bisa dibaca beritanya disini.

Majalah Tambang, dalam beritanya disini, juga menuliskan:

“..bahwa kadar uranium di lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia, hanya berada di bawah 600 part per million (ppm). Ini merupakan hasil Inspeksi Khusus yang telah dilakukan empat Inspektur Bapeten, plus seorang geologis dari Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), di tambang Freeport, Papua, pada 24 -27 Juli 2010 lalu.

Tim Bapeten melakukan pemetaan paparan radiasi (radiometri) dan pengambilan sampel, serta bijih di berbagai titik dari hulu hingga hilir.

Pertama di port site (pelabuhan), sampel konsentrat diambil dari gudang penyimpanan dan convejor belt yang menuju kapal pengangkut. Kedua, di Mill 74 yang merupakan lokasi pengolahan. Di sini, Tim mengambil sampel pada 8 titik yang mewakili batuan dari bawah tanah, feed, konsentrat, dan sirsat (pasir sisa tambang atau tailing). Ketiga, di Grasberg. Pada lokasi penambangan tembaga tertinggi di dunia ini (diatas 4.825 meter), Tim mengambil sampel batuan dari dua titik pengumpulan. Keempat, di Hannekam Tunnel yang terletak di antara Tembaga Pura dan Timika. Di sini, Tim mengambil tiga titik sampel batuan.

Hasilnya, dari sisi Radiometri menunjukkan kegiatan pertambangan tidak meningkatkan paparan radiasi. Selain itu, di semua titik pengamatan tersebut, belum menunjukkan kandungan yang kaya akan uranium. Hasil ini kemudian diverifikasi dengan pengukuran laboratorium atas sampel yang diambil.

Pengukuran laboratorium menunjukkan, rata-rata kadar uranium (dalam bentuk senyawa U3O8) pada berbagai kelompok sampel tersebut jauh dibawah 600 ppm. Yakni pada sampel batuan hanya 4,50 ppm, pada feed hanya 2,33 ppm, pada konsentrat sebesar 1,29 ppm, dan pada sirsat (tailing) 2,38 ppm.

Natio Lasman mengatakan, uranium adalah zat yang tersebar paling merata di permukaan bumi, termasuk pada air laut. Mengacu pada berbagai dokumen internasional, low grade untuk intrusive deposits adalah 20 – 500 ppm. Sedangkan untuk phosphorite deposits, kadar 25 – 150 ppm malah dikategorikan very low grade.

Pada penambangan uranium terbesar di dunia, yakni McArthur River di Kanada, kadar uraniumnya 21,7% atau 217.000 ppm. Sedangkan pada cadangan terbesar di Australia (Olympic Dam), sebesar 0,06% atau 600 ppm.

“Angka 600 ppm ini pada umumnya dianggap sebagai batasan minimum nilai ekonomis kandungan uranium. Sedangkan kategori ore grade rata-rata dunia, adalah sebesar 0,15% atau 1.500 ppm,” jelasnya lagi.

Dari hasil itu, lanjut Natio Lasman, dapat dikatakan bahwa kandungan uranium di lokasi tambang Freeport di papua, masih jauh di bawah kelompok yang kaya akan uranium. Selain itu, proses pengolahan bijih menjadi konsentrat yang dilakukan Freeport, tidak terbukti memperkaya kandungan uranium dalam konsentrat yang menjadi produknya. “

2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.

Data dari Bapak Marwan Batubara, Ketua KPK-N di situs http://www.eramuslim.com, menyebutkan hal tersebut,

“Blok Natuna D-Alpha terletak di dalam wilayah Natuna Timur, yang mengandung cadangan minyak dan gas. Disamping menyimpan sekitar 500 juta barel minyak, blok ini adalah salah satu blok gas dengan cadangan terbesar di dunia saat ini, dengan total potensi gas mencapai 222 triliun kaki kubik (tcf). Potensi gas yang recoverable sebesar 46 tcf (46,000 bcf) atau setara dengan 8,383 miliar barel manyak (1 boe, barel oil equivalent = 5.487 cf ). Dengan potensi sebesar itu, dan asumsi harga rata-rata minyak US$ 75/barel selama periode eksploitasi, maka nilai potensi ekonomi gas Natura adalah US$ 628,725 miliar atau sekitar Rp 6.287,25 triliun (kurs US$/Rp = Rp 10.000). Pengelolaan Natuna oleh Pertamina dan mitranya harus dilakukan sedemikian rupa sehingga negara memperoleh penerimaan yang maksimal dari potensi pendapatan sebesar Rp 6.287,25 triliun ini”.

Namun apakah betul 202 Trilyun kaki kubik? Disini perlu di definisikan ulang, apakah cadangan gas terbesar tersebut dalam persepsi hitungan per block, atau negara? Dalam berbagai situs tercantum beberapa angka untuk menunjukkan besarnya cadangan gas di Natuna, ada pula yang mengoreksi bahwa bukan terbesar di dunia namun hanya sebatas terbesar di Asia, namun dari mayoritas data yang saya peroleh hanya sebatas 46 trilyun kaki kubik.

Pada dasarnya jumlah 202 Trilyun kaki kubik ini didasari atas informasi dari Menteri ESDM saat itu, Purnomo Yusgiantoro. Yang menarik, sebuah analisis di situs http://www.ihsglobalinsight.com, bahkan menyebutkan besaran 202 Trilyun kaki kubik sepertinya terlalu indah untuk menjadi kenyataan, karena eksplorasi menunjukkan bahwa potensi komersial deposit kandungan cadangan gas bisa jadi lebih kecil dari yang diperkirakan.

“…Indonesia is facing an upstream gas supply shortage of the sort that makes 222 Tcf of gas sound too good to be true and it is. Exploration work has shown the deposit’s commercial potential is far lower than the gas reserve estimates would imply. D-Alpha has extremely high carbon dioxide levels, some 70% of the field’s composition. This has made the commercial development neither straightforward, nor inexpensive. Some 46 Tcf is thought to be commercially viable…”

Data yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM dalam “Indonesia Energy Statistics 2009 III” per 06/24/2010 adalah sebagai berikut,

Sementara wikipedia yang mengambil sumber dari http://www.infoplease.com, merinci daftar ladang gas terbesar di dunia serta negara dengan cadangan gas terbesar:

Daftar ladang gas terbesar dalam satuan (*109 m³):

  1. Asalouyeh, South Pars Gas Field (10000 – 15000)
  2. Urengoy gas field (10000)
  3. Shtokman field (3200)
  4. Karachaganak field, Kazakhstan (1800)
  5. Slochteren (1500)
  6. Troll (1325)
  7. Greater Gorgon (1100)
  8. Shah Deniz gas field (800)
  9. Tangguh gas field , Indonesia (500)
  10. Sakhalin-I (485)
  11. Ormen Lange (400)
  12. Jonah Field (300)
  13. Snøhvit (140)
  14. Barnett Shale (60 – 900)
  15. Maui gas field (?)

Greatest Natural Gas Reserves by Country, 2006

Rank

Country

Proved reserves
(trillion cu ft)

1.

Russia

1,680

2.

Iran

971

3.

Qatar

911

4.

Saudi Arabia

241

5.

United Arab Emirates

214

6.

United States

193

7.

Nigeria

185

8.

Algeria

161

9.

Venezuela

151

10.

Iraq

112

11.

Indonesia

98

12.

Norway

84

13.

Malaysia

75

14.

Turkmenistan

71

15.

Uzbekistan

66

16.

Kazakhstan

65

17.

Netherlands

62

18.

Egypt

59

19.

Canada

57

20.

Kuwait

56




Top 20 countries

5,510

Rest of world

602

World total

6,112

Sumber: Greatest Natural Gas Reserves by Country, 2006 — Infoplease.com http://www.infoplease.com/ipa/A0872966.html#ixzz0xlpsrVEj  dari  http://www.eia.doe.gov/emeu/international/contents.html

CIA World Fact dalam situsnya,  melampirkan sebagai berikut:
Rank
country
 (cu m)
Date of Info
1
Russia
47,570,000,000,000
2009 
2
Iran
29,610,000,000,000
2010 
3
Qatar
25,260,000,000,000
2009
4
Turkmenistan
7,940,000,000,000
2009
5
Saudi Arabia
7,319,000,000,000
2009
6
United States
6,731,000,000,000
2009
7
United Arab Emirates
6,071,000,000,000
2009
8
Nigeria
5,215,000,000,000
2009
9
Venezuela
4,840,000,000,000
2009
10
Algeria
4,502,000,000,000
2009
11
Iraq
3,170,000,000,000
2009
12
Indonesia
3,001,000,000,000
2009

Menurut International Energy Statistic, cadangan gas Indonesia adalah:


2005
2006
2007
2008





Indonesia
90.300
97.786
97.780
93.900

Untuk lengkapnya silahkan download datanya disini

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia.

Bahwa Indonesia memiliki hutan tropis yang besar dan luas adalah betul, lalu jika disebutkan sebagai terbesar, apakah betul? Lalu bagaimana dengan hutan Amazon? Meskipun saat ini terjadi de-forestasi alias penggundulan hutan, namun harus dicatat bahwa sampai saat ini yang menjadi hutan tropis terluas masih Amazon. Sementara untuk daftar negara dengan luas hutan terbesar menurut data http://unstats.un.org adalah:

Rank Country Area km2 Date of info % of total area
1 Russia 8,085,986 2007 47,35 %
2 Brazil 4,714,920 2007 55,37 %
3 Canada 3,101,340 2007 31,06 %
4 United States 3,034,070 2007 31,51 %
5 China 2,054,056 2007 21,40 %
6 Australia 1,632,912 2007 21,23 %
7 Democratic Republic of the Congo 1,329,707 2007 56,71 %
8 Indonesia 847,522 2007 45,56 %

Sementara untuk perbandingan saja, antara hutan Indonesia dan hutan Amazon, cek data  http://rainforests.mongabay.com berikut:

Kemudian mengenai Bio-diversity atau keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia, dari data  http://rainforests.mongabay.com untuk keanekaragaman fauna saya perbandingkan dengan hutan amazon,

Sedangkan untuk keragaman flora sebagai berikut:

Indonesia meskipun luas hutannya tidak seluas hutan Amazon namun diakui memiliki keanekaragaman hayati yang cukup banyak dan unik dikarenakan Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya (Garis Wallace).

4. Negara ini punya Lautan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasifik dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.

Tentunya butuh seorang Taksonom, untuk memastikan ada berapa jumlah spesies ikan yang ada di perairan Nusantara. Tanpa mengabaikan posisi strategis yang berada di dua perairan besar sehingga mungkin memiliki jutaan spesies ikan, apakah benar Indonesia memiliki lautan terluas di dunia?

Data CIA World Factbook per tahun 2008 tentang luas daratan dan luas perairan negara-negara di dunia ternyata tidak menempatkan Indonesia di urutan pertama,

Rank
Country Land area Water area % water m² of water/ha
British Indian Ocean Territory 60 54,340 99.89 9,989
U.S. Virgin Islands 346 1,564 81.88 8,188
World 148,940,000 361,132,000 70.80 7,080
Puerto Rico 8,870 4,921 35.69 3,569
1 Bahamas 10,070 3,870 27.76 2,776
2 Guinea-Bissau 28,000 8,120 22.48 2,248
3 Malawi 94,080 24,400 20.59 2,059
4 Netherlands 33,883 7,643 18.41 1,841
5 Uganda 199,710 36,330 15.39 1,539
6 Liberia 96,320 15,050 13.51 1,351
French Polynesia 3,660 507 12.17 1,217
7 Gambia 10,000 1,300 11.50 1,150
8 Taiwan 32,260 3,720 10.34 1,034
9 Finland 304,473 33,672 9.96 996
10 India 2,973,190 314,400 9.56 956
26 Indonesia 1,826,440 93,000 4.85 485

Begitupun jika dihitung dalam Zona Ekonomi Eksklusif, http://www.seaaroundus.org/eez/ melansir datanya sebagai berikut:

Country EEZ km2 Shelf km2 EEZ+TA km2
United States 12,174,629 2,193,526 21,814,306
France 10,084,201 389,422 10,755,724
Australia 8,505,348 2,194,008 16,197,464
Russia 7,566,673 3,817,843 24,664,915
New Zealand 6,682,503 277,610 6,953,478
Indonesia 6,159,032 2,039,381 8,019,392

atau, jika dilihat dari daftar negara dengan garis pantai terpanjang, data CIA The World Factbook hanya menempatkan Indonesia pada urutan kedua setelah Canada.


Country
Coastline
(km)


Canada
202,080

Indonesia
54,716

Kesimpulan

Inti tulisan ini adalah mencoba memaparkan data yang ada, se-optimal mungkin yang bisa saya berikan meskipun hanya dari data sekunder, dan memberikan opini se-obyektif mungkin terhadap kondisi riil negara ini, supaya tidak bias di masyarakat, untuk menghindari mispersepsi dari artikelyang berjudul “Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia” . Bahwa negara ini kaya, betul, lalu apakah paling kaya paling luas dan lain sebagainya, perlu di klarifikasi ulang. Bangga boleh tapi harus realistis. Satu hal menurut saya pribadi, negara ini bisa besar, kuat, dan kaya bila ada stabilitas politik, kepastian hukum, diplomasi yang kuat yang ditunjang oleh kemampuan pertahanan dan keamanan yang kuat dilandaskan pertumbuhan ekonomi yang baik. Rakyat perlu diberi wawasan tentang apa saja warisan dan hutang negeri ini, semua perlu di-inventarisir secara cermat, sehingga jangan hanya asal klaim sebagai negeri terkaya, sementara hutang kita tiap tahun semakin bertambah, korupsi semakin merajalela, hasil laut kita tiap hari dicuri, hutan kita tiap hari ditebangi, tanpa kejelasan dan ketegasan, sehingga negeri yang kaya ini hanya sekedar legenda.

Sekian, semoga tulisan ini mampu memcerdaskan pembaca sekalian dan memberikan pemahaman lain, sebuah opini kedua. Silahkan jika ada yang ingin menambahkan, mengoreksi, dan/atau ingin berbagi data lainnya yang sekiranya lebih akurat, saya akan berterima kasih. (“,)

Sumber:

sumber gambar blok Natuna:

http://www.detikfinance.com/images/content/2008/07/01/4/Natuna-dalam.jpg

http://www.bpmigas.com/DOKUMEN/GAS/16.gif

http://blog.fortiusone.com/wp-content/uploads/2008/08/known-natural-gas-global-21.png

http://www.energytribune.com/live_images/pie_0207.gif

http://unstats.un.org/unsd/environment/forestarea.htm

http://www.brazadv.com/images/biodiversity.bmp


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: