Posted by: mahadarma | February 1, 2010

Menjadi NewsAddict [1]

Membaca tulisan di Kompas Cetak yang berjudul “Berita Menggeser Sinetron“, sangat menggembirakan bagi saya yang sudah cukup lelah mencari cara bagaimana mendapatkan tayangan yang informatif, edukatif, dan entertaining di tengah-tengah tayangan di televisi dalam beberapa tahun terakhir ini.

Berbagai faktor mengapa program berita begitu diminati adalah berkembangnya topik yang “panas” belakangan ini sehingga  menjadi konsumsi publik bahkan hingga obrolan-obrolan di warung, kemudian masifnya perkembangan dunia informasi dan komunikasi, dan media cetak/elektronik yang pintar mengolah dan mengemas berita sehingga program berita menjadi menarik bagi masyarakat luas.

Namun, terlepas dari tulisan pada Kompas Cetak tersebut, telah lama saya mencoba memanfaatkan teknologi untuk mengatasi “dahaga” akan berita dan informasi. Dalam era komunikasi dan informasi saat ini, rasanya kurang afdhol jika kita tidak menjadi bagian dari komunitas kampung global (global village) dan mengetahui perkembangan dunia setiap saat. Dan entah manusia yang cerdas yang menciptakan teknologi yang mengerti akan kebutuhan manusia, atau manusia yang menciptakan sendiri kebutuhannya terhadap teknologi, yang jelas kehadiran berbagai situs jejaring sosial maupun microblogging sangat membantu dalam penyebaran informasi secara global.

NewsAddict adalah sikap ketergantungan terhadap akses informasi dan berita. Saya gunakan istilah tersebut pada diri saya sendiri untuk menggambarkan kecanduan saya ini. Dan untuk memfasilitasi hal itu, saya memilih menggunakan beberapa layanan, antara lain Twitter dan RSS feed. Untuk bagian pertama dari tulisan saya ini, saya akan menuliskan Menjadi NewsAddict dengan Twitter.

Mengapa Twitter? Pertama, karena bisa diakses secara mobile melalui perangkat digital mobile dari sekelas smartphone sampai handphone biasa sekalipun. Kedua, kita tidak perlu melakukan browsing, cukup dengan membaca tweet dari headline artikel/berita tersebut kecuali jika kita ingin membaca artikel/berita tersebut secara lengkap. Ketiga, simple , cepat dan mobile. Ini dikarenakan kita tidak perlu memasukkan alamat web, cukup dengan mem-follow akun twitter dari media online, maka kita akan mendapatkan update status tweet yang berupa headline. artikel/berita. Tidak menghabiskan kotak masuk email apalagi untuk perangkat mobile yang belum mendukung push-mail sehingga akan cukup menyulitkan. Dan pengalaman saya pribadi, update tweet dari sebuah akun media online cukup cepat disesuaikan dengan settingan di handphone kita. Kemudahan lainnya menggunakan twitter adalah, kita bisa berbagi informasi dengan siapapun dengan adanya fitur TwitPict atau sharing foto/gambar, yang menjadikan kita jurnalis dadakan.

Lalu, bagaimana langkah-langkahnya? Pertama, tentunya kita harus memiliki akun di situs Twitter. Selanjutnya, kita melakukan pencarian terhadap media-media online yang akan kita follow ( jika Anda familiar dengan Facebook, kira-kira ini sama dengan “tambahkan sebagai teman”). Berikut beberapa daftar media online: KOMPAS, VIVAnewsGroup, Kompasiana, korantempo, kabartvone, antaranews, liputan6dotcom, seputarindonesia, infogempabmg, jakpost, inilahdotcom, METROTVNEWS, OKEZONE,  bbcindonesia, detikcom dan lain-lain. Jika Anda tertarik dengan beberapa figur publik, bisa Anda follow: tifsembiring (Tifatul Sembiring), t_ORASUDI_ro (Tora Sudiro), najwashihab (Najwa Shihab), dan lain-lain.

Terakhir adalah memilih aplikasi yang tepat untuk platform handphone Anda, seperti Ubbertwitter (BlackBerry), Twitdroid (Android ), TweetS60 & Gravity (Symbian), atau Snaptu & Twittix (Java) seperti, dan lain-lain.

Apapun pilihan yang dilakukan, pastikan Anda memiliki konektivitas internet yang murah dan tak terbatas dari provider yang Anda gunakan untuk mencegah membengkaknya biaya internet Anda. Satu hal lain, jangan sampai Anda menjadi seperi yang dituliskan oleh Bung Osa Kurniawan Ilham tentang Gejala Overload Information.

Selamat ber-twitter ria… See you Tweeps!

catatan:

daftar situs media online

Panduan istilah dalam Twitter

sumber gambar: blogs.vancouver.wsu.edu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: