Posted by: mahadarma | September 28, 2011

Peluit Darurat (Emergency Whistles)

emergency whistle

emergency whistle

Indonesia adalah negara rawan bencana, 83 persen dari wilayah Indonesia adalah rawan bencana. Tanpa memaparkan data yang rumit, secara awam pun kita tahu hal ini dari berbagai bencana yang menimpa Indonesia sepuluh tahun belakangan. Mulai dari Tsunami Aceh, Gempa Jogja, Gempa Padang, Tsunami Mentawai, dan lainnya.

Peluit, sebuah alat kecil yang jika ditiup bisa menghasilkan bunyi ini ternyata memiliki kegunaan dalam keadaan darurat, dan bisa menjadi penyelamat nyawa seseorang.

A. Sejarah Peluit

Ada 2 versi sejarah peluit,

Wikipedia.com:

Peluit memiliki sejarah pada masa China kuno, di mana penjaga malam akan meniup pucuk biji acorn untuk mengingatkan kota-kota yang diserang Mongolia. Di Mesir kuno dua bilah dari tanaman papirus digenggam  di antara telapak tangan. Dengan meniup ke telapak daun papirus maka akan menghasilkan suara keras .

Madehow.com:

Peluit yang terbuat dari tulang atau kayu telah digunakan selama ribuan tahun untuk tujuan spiritual, praktis, dan hiburan. Salah satu peluit paling menonjol adalah pipa yang digunakan kepala kelasi kapal angkatan laut untuk mengeluarkan perintah dan penghormatan. Hal ini telah berkembang dari pipa yang digunakan di Yunani kuno dan Roma untuk menjaga budak kapal. Sebuah versi dari abad pertengahan digunakan selama Perang Salib untuk mengerahkan pasukan pemanah Inggris untuk menyerang.

Sementara sejarah peluit modern, dipatenkan oleh Joseph Hudson yang menemukan peluit dengan biji alias “pea-whistle” yang menjadi contoh peluit-peluit masa kini dan kemudian digunakan dalam pertandingan sepakbola.

Joseph Hudson
Joseph Hudson

B. Jenis Peluit

- Pea Whistle

Peluit ini dikembangkan oleh Joseph Hudson, pemilik paten dari peluit masa kini, dan diproduksi pertama kali di tahun 1868 oleh The Acme Whistle Company yang bermarkas di Birmingham, Inggris, untuk digunakan dalam pertandingan sepakbola dan kepolisian Metropolitan London.

- Pealess Whistle:

Peluit tanpa biji atau terkenal dengan sebutan pealess dikembangkan oleh Foxcroft and Shepherd. Jika biasanya peluit ada biji atau bola kecil didalamnya, maka mereka mengembangkan sebaliknya. Peluit ini diklaim memiliki kelebihan karena tidak terganggu oleh macetnya bola yang disebabkan kotoran, ludahair, es, atau lumpur, sehingga tetap lancar ditiup.

C. Kegunaan

Peluit sekarang ini digunakan dalam berbagai macam bidang, seperti:

- Olahraga

- Outdoor activities

- Profesional (Pegawai KA, Polisi, Militer, Juru Parkir, dsb)

- SAR / Emergency

- Lainnya (peluit anjing, peluit burung, dsb)

D. Peluit Darurat

Apa yang Anda lakukan jika berada pada kondisi darurat ditengah lautan, badai, atau berada di bawah reruntuhan bangunan karena gempa, atau tersesat di hutan? Pernah membayangkan harus berteriak-teriak untuk mendapatkan bantuan?

 

Untuk itulah alasan, mengapa di lifejacket alias pelampung ada peluitnya. Mungkin saat ikut pramuka dulu kita tidak sadar fungsi peluit ini, paling-paling hanya untuk baris berbaris, padahal bisa saja dimanfaatkan dalam kondisi darurat.

Sebenarnya tidak ada definisi dan syarat tertentu untuk dijadikan peluit darurat, namun secara umum jika melihat pada spesifikasi, maka mengacu pada 2 faktor yaitu kebisingan (loudness) dan berat (weight) yang mana harus ringan untuk dibawa dan nyaring supaya dapat didengar dari jarak beberapa mil (km).

Dari berbagai referensi, saya menyimpulkan ada beberapa merk peluit darurat yang terkenal (yang sayangnya susah didapatkan di Indonesia), yaitu:

  • Fox 40 Micro
  • Ultimate Survival Technologies’ JetScream Whistle
  • ACR WW-3 Survival Whistle 2228
  • REI Tri-Power Safety Whistle
  • Nexus Whistle
  • Storm Whistle

Untuk di Indonesia yang bisa saya dapatkan adalah:

  • Alat survival multifungsi + peluit
  • Peluit Eiger
  • Fox 40 Micro

E. Cara menggunakan peluit saat darurat

Selain dengan kode morse, dalam keadaan darurat kita bisa mengaplikasikan International Whistle Code seperti berikut ini:

F. Memilih peluit darurat yang tepat

ACME Whistles - choosing a whistle

Situs Acme memberikan tips untuk memilih peluit yang tepat. Perhatikan 3 hal berikut dalam memilih peluit,

  1. Blowrate (Seberapa mudah / susah untuk ditiup)
  2. Blowsound (Seberapa kencang / bising suara yang dihasilkan)
  3. Blowtone (Berapa frekuensi yang dimiliki)

Berikut adalah video dari Brian Green yang saya ambil dari blognya ketika melakukan decibel test dari beberapa peluit darurat (mohon dibaca juga komentar dari para pembaca di blognya)

Dan ini adalah peluit yang diklaim ternyaring di dunia dan mampu dioperasikan dalam semua kondisi cuaca, Storm Whistles,

Anda bisa saksikan ketika peluit tersebut masih efektif digunakan di area air. Untuk info lebih lanjut bisa klik link ini.

Kesimpulan:

Sangat penting bagi kita untuk memiliki peluit, dan belajar mengenal kode-kode darurat. Saat ini, mungkin kode darurat pake peluit di Indonesia kurang efektif  kecuali dalam komunitas pecinta alam dan beberapa lainnya, sehingga perlu ada sosialisasi tanda / sinyal darurat dan bahaya. Apalagi selama ini saya belum pernah menemui adanya pemberitahuan tentang pelatihan tanggap bencana / tanggap darurat, dan yang penggunaan peluit di dalamnya.

Tips memilih peluit, selain kualitas bahan dan suara (kebisingan), yang penting adalah: sesuaikan dengan kebutuhan, pilih yang ringan, simpel, mudah untuk disimpan dan dirawat, handy, mudah untuk ditiup, artinya tidak membuat anda kehabisan nafas atau cukup dengan energi tiupan yang kecil. Selesai.

Baca juga:

Emergency Survival Kit, Belajar Dari Pengalaman Bencana

About these ads

Responses

  1. nah itu, aku pengen koleksi.. hehehe

  2. kayaknya pas buat barang koleksian… sip infonya

  3. [...] Sumber: http://mahadarmaworld.wordpress.com/2011/09/28/peluit-darurat-emergency-whistles/ Share this:ShareFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. [...]

  4. Ijin copas mas bro…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,064 other followers

%d bloggers like this: